Rapat yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026) itu tak cuma membahas dividen. Ada beberapa hal lain yang juga disetujui. Laporan Tahunan untuk periode 2025 sudah mendapat lampu hijau. Selain itu, pemegang saham juga sepakat mengubah Anggaran Dasar, khususnya pasal 3, untuk membuka ruang bagi perusahaan masuk ke bidang pengolahan limbah hasil produksi. Langkah ini menunjukkan rencana ekspansi bisnis mereka ke depan.
Pencapaian dividen besar ini tentu punya fondasi. Di tengah situasi pasar yang fluktuatif, kinerja Sari Roti ternyata cukup solid. Mereka membukukan pendapatan bersih Rp3,76 triliun dengan laba bersih mencapai Rp259 miliar. Yang lebih mengesankan, sejak 2010 hingga 2025, perusahaan ini konsisten tumbuh dengan rata-rata pertahun (CAGR) sekitar 12,9 persen. Trajektori jangka panjangnya memang terjaga.
Jadi, bagi pemegang saham, keputusan dari rapat kemarin jelas sebuah angin segar. Dividen spesial dengan yield yang masih tinggi di tengah pertumbuhan perusahaan yang stabil.
Artikel Terkait
PMJS Amankan Kontrak Rp10,83 Triliun untuk Suplai 20.600 Truk Ringan
Wall Street Tertekan Jelang Tenggat Trump ke Iran, Sektor Teknologi Anjlok
Pendapatan SSIA Anjlok 30%, Rugi Bersih Rp89,4 Miliar di 2025
Pemprov DKI Beri Potongan Pajak 20% untuk Sektor Kuliner dan Perhotelan