Pakistan Ajukan Proposal Dua Tahap untuk Hentikan Konflik AS-Iran

- Senin, 06 April 2026 | 23:50 WIB
Pakistan Ajukan Proposal Dua Tahap untuk Hentikan Konflik AS-Iran

Pakistan Usulkan Jalan Keluar, AS dan Iran Pertimbangkan

Upaya menghentikan perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran mungkin menemukan titik terang. Pakistan, negara yang selama ini cenderung diam, tiba-tiba mengajukan sebuah proposal dua tahap. Intinya sederhana: hentikan tembak-menembak dulu, lalu buka kembali Selat Hormuz yang vital itu. Kabarnya, kedua pihak yang bertikai sedang mempelajari kerangka kerja tersebut.

Perkembangan ini pertama kali diungkap oleh sebuah sumber kepada kantor berita Reuters, seperti kemudian dilaporkan juga oleh Aljazeera pada Senin (6/4/2026). Tampaknya, ada gerakan diplomatik yang intens di balik layar.

Di Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengakui upaya Islamabad itu.

"Pakistan telah membagikan rencananya kepada kami dan AS untuk mengakhiri permusuhan," ujar Baghaei.

Namun begitu, ia menegaskan bahwa prioritas Iran tetaplah keamanan nasionalnya. Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang memanas. Sebelumnya, serangan ke sebuah universitas terkemuka dan pabrik petrokimia di Asaluyeh pada hari Senin menewaskan sedikitnya 34 orang. Iran menuding AS dan Israel berada di balik serangan itu.

Laporan dari Axios pada hari Minggu sebenarnya sudah memberi sinyal. Media itu menyebut AS, Iran, dan mediator regional sedang membahas gencatan senjata sementara selama 45 hari. Ini adalah bagian dari "kesepakatan dua tahap" yang diharapkan bisa mengarah pada perdamaian permanen.

Lalu, bagaimana prosesnya berjalan? Seorang sumber menjelaskan bahwa Kepala Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, terlibat pembicaraan maraton. Kontak "sepanjang malam" dilakukan dengan Wakil Presiden AS JD Vance, Utusan Khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Waktunya sangat mepet.

"Semua elemen perlu disepakati hari ini," tegas sumber tersebut.

Jika tercapai kesepakatan awal, draftnya akan dirumuskan sebagai nota kesepahaman. Uniknya, dokumen itu akan diselesaikan secara elektronik melalui Pakistan yang bertindak sebagai satu-satunya saluran komunikasi untuk semua pihak. Sebuah peran mediasi yang cukup sentral untuk Islamabad.

Secara garis besar, proposal Pakistan itu berisi gencatan senjata segera. Selat Hormuz akan dibuka kembali, lalu ada waktu 15-20 hari untuk merampungkan penyelesaian yang lebih komprehensif dan berjangka panjang.

Kesepakatan sementara yang dijuluki "Kesepakatan Islamabad" ini juga akan memuat kerangka kerja pengelolaan Selat Hormuz. Pembicaraan tatap muka terakhir rencananya bakal digelar di ibu kota Pakistan.

Dan untuk jangka panjang? Sumber tadi menyebut kesepakatan akhir kemungkinan besar mencakup komitmen Iran menahan diri dari pengembangan senjata nuklir. Sebagai imbalannya, sanksi-sanksi internasional akan dicabut dan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri akan dilepaskan. Sebuah tawaran yang, bagi banyak pengamat, bisa menjadi pertukaran besar yang mengubah peta geopolitik kawasan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar