Di tengah tekanan pasar, beberapa saham malah menunjukkan performa luar biasa. PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), misalnya, menjadi pemimpin penguat (top gainer), diikuti oleh ESIP dan XPLQ. Mereka seperti oasis di tengah gurun yang kering.
Sayangnya, penderitaan dialami oleh saham-saham lain. PT Remala Abadi Tbk (DATA) tercatat sebagai saham dengan pelemahan terbesar (top loser), bersama XISC dan IFSH. Mereka menjadi contoh betapa beratnya tekanan jual pagi itu.
Nah, beginilah dinamika pasar. Satu hari bisa suram, hari berikutnya mungkin cerah. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 55,78 Poin, Sentimen Negatif Dominasi Pasar Saham
OJK Klaim Transparansi Pasar Modal Indonesia Lampaui Standar Global
IHSG Anjlok 0,77% ke Level 6.972, Mayoritas Saham Tertekan
Peneliti Peringatkan Indonesia Terancam Jebakan Ketidaktampakan Strategis di Tengah Gejolak Global