Begitu penjelasan resmi mereka yang dirilis ke BEI, Kamis lalu.
Lalu, apakah BUAH sudah siap secara operasional? Tampaknya iya. Perusahaan ini mengklaim punya infrastruktur dan sumber daya yang mumpuni. Saat ini mereka sudah mengoperasikan 18 cabang cold storage yang tersebar di beberapa kota, yang sekaligus berfungsi sebagai pusat pemasaran dan distribusi. Sistem distribusinya juga terintegrasi, mulai dari terima barang dari pemasok, simpan di gudang dingin, pengecekan kualitas, hingga kirim ke pelanggan menggunakan armada berpendingin. Jadi, tinggal dimanfaatkan saja untuk lini usaha baru ini.
Namun begitu, rencana ini tentu belum final. Perseroan akan membawanya ke meja Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk minta persetujuan. RUPS dijadwalkan digelar pada 12 Mei 2026 mendatang. Tinggal tunggu hasilnya.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan