PT Segar Kumala Indonesia, atau BUAH, ternyata tak cuma mau berkutat di buah-buahan. Emiten ini baru saja mengumumkan rencana ekspansinya ke bisnis perdagangan daging ayam dan produk olahannya. Langkah ini, menurut manajemen, diambil setelah melihat prospek sektor pangan segar yang masih terlihat cerah dan permintaannya yang stabil.
Memang, kebutuhan masyarakat akan bahan pangan seperti buah, sayur, hingga daging dan ikan, tampaknya tak pernah benar-benar surut. Data Susenas dari 2015 hingga 2025 pun menggambarkan pola yang cukup konsisten. Di tahun 2025 nanti, hampir setengah dari pengeluaran rumah tangga tepatnya 49,42 persen masih dialokasikan untuk makanan. Rata-rata, setiap orang menghabiskan sekitar Rp775.516 per bulan hanya untuk belanja bahan makanan. Angka itu dengan jelas menunjukkan betapa pangan masih menjadi pos pengeluaran utama.
Di sisi lain, ada tren menarik yang menguatkan peluang ini. Konsumsi protein masyarakat Indonesia terus naik, mencapai 62,78 gram per kapita per hari di 2025. Peningkatannya banyak disumbang oleh protein hewani: ikan, daging, telur, dan susu. Tak cuma itu, pengeluaran untuk komoditas tertentu juga merangkak naik. Daging tumbuh 3,51 persen, sayuran 7,61 persen, dan buah-buahan bahkan melesat 9,43 persen. Tren ini buka-bukaan menunjukkan bahwa pasar pangan segar, termasuk di dalamnya daging ayam, masih punya ruang untuk berkembang.
Dengan melihat semua data itu, manajemen BUAH merasa yakin.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan