WIKA Catat Kerugian Rp9,75 Triliun di 2025 Meski Raih Kontrak Baru Rp17,46 Triliun

- Jumat, 03 April 2026 | 13:20 WIB
WIKA Catat Kerugian Rp9,75 Triliun di 2025 Meski Raih Kontrak Baru Rp17,46 Triliun

“Di tahun ini, perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba,” tambahnya.

Upaya penyehatan itu rupanya membuahkan hasil di beberapa sisi. Nilai piutang, contohnya, berhasil ditekan 29,2 persen menjadi Rp1,89 triliun di akhir 2025. EBITDA operasi juga masih positif di Rp426,52 miliar, sebuah indikasi bahwa kinerja operasional di lapangan sebenarnya masih berdenyut di tengah proses restrukturisasi.

Di sisi lain, beban keuangan tetap menjadi tantangan serius. WIKA masih harus membayar beban keuangan sebesar Rp2,97 triliun sepanjang tahun lalu. Syukurlah, angka ini turun 9,4 persen dari tahun 2024. Masalah lain datang dari investasi di perusahaan lain. Kerugian dari entitas asosiasi dan ventura bersama ikut menyumbang kerugian, masing-masing Rp52,6 miliar dan Rp1,44 triliun.

Dampak kerugian jumbo itu terlihat jelas di neraca. Posisi kas dan setara kas merosot 18 persen, tinggal Rp2,75 triliun. Total aset perusahaan juga menyusut 21 persen menjadi Rp50 triliun. Yang paling mengkhawatirkan, defisit akumulasi kerugian membengkak jadi Rp19,29 triliun. Meski begitu, secara teknis ekuitas WIKA masih positif di angka Rp1,68 triliun di akhir periode.

Jalan panjang restrukturisasi jelas masih menanti. Laporan ini seperti gambaran nyata sebuah BUMN besar yang sedang berjuang bangkit, mencoba menyeimbangkan antara operasional yang harus tetap jalan dan beban keuangan yang harus segera ditata ulang.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar