Menurutnya, sekalipun militer AS mundur, Iran kemungkinan besar akan tetap membatasi akses ke Selat Hormuz. Itu adalah jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
"Belum lagi infrastruktur energi dan transportasi yang rusak parah," katanya. "Pasokan energi global kecil kemungkinannya bisa kembali ke level sebelum perang dalam waktu singkat."
Di sisi lain, yen Jepang sedikit menguat ke level 158,64 per dolar. Pergerakannya menjauhi level psikologis 160, yang dianggap sebagai garis batas yang bisa memicu intervensi otoritas Jepang untuk menyelamatkan mata uang mereka.
Selain pidato Trump, ada satu lagi acara yang ditunggu pasar: laporan pekerjaan AS atau nonfarm payrolls Jumat besok. Survei Reuters menunjukkan, ekonom memprediksi penambahan sekitar 60.000 lapangan kerja pada Maret. Angka yang cukup moderat.
Jika laporan nanti ternyata jauh lebih buruk, ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed tahun ini bisa hidup kembali. Sentimen itu sempat tenggelam gara-gara lonjakan harga minyak akibat perang, yang memicu kekhawatiran inflasi akan berkepanjangan. Jadi, dua hari ke depan ini penuh dengan ketegangan. Pasar siap berayun ke mana saja, tergantung kata-kata dari Washington dan angka-angka dari lembar data.
Artikel Terkait
PSSI Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp 50 Miliar Mulai 2026
IHSG Anjlok 1,07%, Sektor Industri Paling Terpukul di Awal Perdagangan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Signifikan pada Kamis
Harga Emas Melonjak 1,95% Didorong Pelemahan Dolar dan Isu De-eskalasi Timur Tengah