Menurutnya, angka-angka ini mencerminkan konsistensi strategi mereka. Fokus pada solusi dan layanan IT yang sesuai kebutuhan pasar yang terus bergerak dinamis, rupanya membuahkan hasil. Ini jadi modal penting untuk menjaga kinerja berkelanjutan sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang di arena yang semakin kompetitif.
Lalu, bagaimana langkah ke depan? Memasuki 2026, Anabatic akan mengarahkan pengembangan bisnisnya pada penambahan dan diversifikasi solusi. Tentu saja, semua harus sejalan dengan tren pasar dan perkembangan teknologi digital.
“Kami terus mengembangkan portofolio solusi dan layanan digital agar dapat menjawab kebutuhan pelanggan secara lebih komprehensif,” tutur Harry.
“Hal ini juga untuk mendukung proses transformasi digital di berbagai sektor industri,” tambahnya.
Hingga akhir tahun 2025, posisi keuangan perusahaan menunjukkan total aset sebesar Rp5,22 triliun. Di sisi lain, liabilitas atau kewajiban yang harus ditanggung mencapai Rp4,42 triliun.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168