Wall Street Bersiap Hadapi Pekan Berat, Data Ketenagakerjaan Jadi Penentu Arah Pasar

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:15 WIB
Wall Street Bersiap Hadapi Pekan Berat, Data Ketenagakerjaan Jadi Penentu Arah Pasar

Selasa depan juga menandai berakhirnya kuartal pertama yang suram untuk saham AS. Konflik geopolitik bukan satu-satunya masalah. Kekhawatiran soal gangguan bisnis oleh AI dan gejolak di pasar kredit swasta turut menggoyang kepercayaan investor. Setelah tiga tahun meroket, S&P 500 kini tercatat merosot lebih dari 5 persen sepanjang 2026.

Nah, semua mata kini tertuju pada data ketenagakerjaan Maret. Menurut sejumlah proyeksi, laporan payrolls diperkirakan hanya menambah sekitar 48.000 lapangan kerja dengan pengangguran di angka 4,5 persen. Laporan ini dijadwalkan rilis 3 April, bertepatan dengan libur pasar saham AS untuk Good Friday. Situasinya makin tegang mengingat data Februari lalu mengejutkan dengan hilangnya 92.000 pekerjaan.

Pekan depan juga akan menyajikan serangkaian data lain, mulai dari penjualan ritel hingga aktivitas sektor manufaktur dan jasa. Data-data inilah yang akan memberi gambaran lebih utuh tentang kesehatan ekonomi.

Kondisi ketenagakerjaan yang memburuk sebelumnya memaksa The Fed memangkas suku bunga tahun lalu. Kini, bank sentral AS mungkin akan menghadapi dilema yang pelik jika laporan nanti ternyata lebih buruk dari perkiraan. Antara mendukung pasar tenaga kerja atau menahan laju inflasi yang dipicu harga energi pilihannya tidak mudah.

Jadi, bersiaplah untuk pekan yang penuh gejolak. Pasar saham seperti kapal di lautan berbadai, menunggu isyarat dari data ekonomi dan kabar dari medan perang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar