Duka Mendalam Pratama Arhan, Sang Ayah dan Pelatih Pertama Meninggal Dunia

- Senin, 08 Desember 2025 | 16:00 WIB
Duka Mendalam Pratama Arhan, Sang Ayah dan Pelatih Pertama Meninggal Dunia

Duka kembali menyelimuti dunia sepak bola tanah air. Kali ini, Pratama Arhan, bek andalan Timnas Indonesia, harus merelakan kepergian orang yang sangat berarti. Sang ayah, Sutrisno Bin Raji, meninggal dunia di Blora, Jawa Tengah.

Kabar ini tentu menjadi pukulan berat. Di tengah kariernya yang sedang melangit, Arhan justru mendapat ujian terberat dalam hidupnya. Lewat unggahan di media sosial, pemain yang pernah menikah dengan Azizah Salsha itu menyampaikan kabar duka dengan kata-kata yang penuh kesedihan.

Menurut sejumlah saksi, kedekatan Arhan dengan ayahnya memang sangat erat. Sutrisno bukan sekadar orang tua biasa. Dialah figur kunci di balik "lemparan maut" Arhan yang kini terkenal itu. Dukungan tanpa henti dari sang ayahlah yang mengantarkan Arhan hingga bisa bersaing di liga luar negeri.

Dalam unggahannya, Arhan berusaha tampak tegar. Meski begitu, rasanya mustahil hati seorang anak tidak teriris oleh kepergian orang tuanya.

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dengan segala kerendahan hati, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga, sahabat, dan orang-orang yang sudah memberikan doa dan perhatian atas berpulangnya ayahanda kami tercinta, Alm. Sutrisno Bin Raji,"

tulis Arhan, Senin (8/12/2025).

Di sisi lain, banjirnya dukungan dan belasungkawa dari publik membuat Arhan merasa perlu menyampaikan permohonan maaf. Dia mengaku belum sanggup membalas setiap pesan yang masuk satu per satu.

"Mohon maaf apabila belum bisa membalas pesan satu persatu,"

"Semoga doa yang telah diberikan mendapat balasan dari Allah SWT. Terima kasih dari lubuk hati kami yang terdalam,"

tutupnya.

Sutrisno Bin Raji menghembuskan napas terakhir pada Minggu, 7 Desember 2025, sekitar pukul 06.00 WIB. Momen pilu itu terjadi di RSUD Soetijono Blora, di mana beliau menjalani perawatan intensif. Kondisi kesehatannya memang sudah lama menurun akibat komplikasi penyakit, dan akhirnya harus dirawat di ruang ICU sebelum wafat.

Kini, di balik sorotan lampu stadion dan sorak-sorai fans, ada seorang anak yang sedang berduka. Perjalanan Arhan ke depan, tentu, akan terasa berbeda tanpa kehadiran sang ayah tercinta.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler