Wall Street mencatatkan hari yang cukup baik pada Senin lalu. Indeks-indeks utama bergerak naik, mengakhiri sesi dengan keuntungan solid. Ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan mengejutkan soal penundaan serangan militer terhadap target energi Iran. Trump juga bilang sudah ada pembicaraan produktif dengan Teheran.
Namun begitu, klaim Trump langsung dibantah keras dari pihak Iran. Melalui Kantor Berita Fars, sebuah sumber menyatakan tegas bahwa tidak ada komunikasi sama sekali dengan Amerika, baik langsung maupun lewat perantara.
“Tidak ada kontak, titik,” begitu kira-kira penegasan dari sumber Iran itu.
Di sisi lain, situasi di lapangan justru tampak memanas. Militer Israel dilaporkan sedang melakukan serangan terhadap Iran, menambah kerumitan narasi yang beredar.
Nah, pasar tampaknya lebih memilih untuk merespons sinyal dari Trump. Dow Jones melonjak 758 poin, hampir 1.7%. S&P 500 dan Nasdaq juga ikut naik, masing-masing sekitar 1.5% dan 1.8%. Sentimen ini langsung menular ke pasar global. Indeks Eropa STOXX 600 menguat, logam mulia meroket, sementara harga minyak justru terjun bebas. Semua itu jadi tanda jelas bahwa selera risiko investor kembali menguat.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026
Pendapatan Paradise Indonesia Melonjak 32,9% Didorong Proyek Ikonik