Panggung Inklusif FX Sudirman: Saat Talenta Disabilitas Menyala dan Mimpi Diberi Rumah

- Jumat, 05 Desember 2025 | 19:15 WIB
Panggung Inklusif FX Sudirman: Saat Talenta Disabilitas Menyala dan Mimpi Diberi Rumah

Suasana Mall FX Sudirman pada Rabu (4/12) lalu tampak berbeda. Panggung utama dipenuhi riuh tepuk tangan, menyambut sederet penampilan istimewa dari para talenta penyandang disabilitas. Inilah salah satu momen dalam rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 yang digelar Kementerian Sosial.

Fatma Saifullah Yusuf, Penasihat I Dharma Wanita Persatuan Kemensos, hadir di tengah kemeriahan itu. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perayaan ini jauh lebih dari sekadar acara seremonial belaka. “Ini adalah rumah bagi banyak cerita,” ujarnya, “cerita tentang kebersamaan dan kolaborasi yang tak pernah memandang batas.”

Fatma punya rencana yang cukup konkret. Ia berniat mewujudkan sebuah ruang khusus yang bisa mendorong kreativitas, menyediakan pelatihan, layanan, hingga akses permodalan bagi teman-teman disabilitas.

“Teman disabilitas patut dihargai diberi pasar dan kesempatan bagi masa depan,” katanya melalui keterangan tertulis di hari berikutnya, Jumat (5/12).

“Kami berharap ini menjadi rumah baru bagi mimpi yang terpendam di hati.”

Harapan itu seakan mulai terwujud di atas panggung. Sebuah fashion show digelar, menampilkan 12 model yang merupakan penyandang disabilitas. Mereka memamerkan koleksi ‘Motif Lukis Disabilitas’ hasil kolaborasi sejumlah desainer seperti Mama Una, Ira Yulia Sari, dan perajin batik Siger dari APPMI Lampung. Nama-nama seperti Iesye Mutiari dari IPBM Bandung dan Jeny Tjahyawati dari IMFD juga turut serta.

Di antara para model, terdapat Jennifer yang tunarungu, Grace Tiur Natalia dengan down syndrome, serta Fanny Efrita dan Sasa yang menyandang disabilitas fisik. Mereka tampil penuh percaya diri.

Tak kalah meriah, sepuluh Puteri Indonesia juga turun ke catwalk. Mereka memperagakan rancangan para desainer ternama, mulai dari APPMI, IFC, hingga Khayae, yang memadukan teknik lukis printing dan batik ciprat.

Alunan musik live mengiringi setiap langkah di atas panggung. Dan yang memainkannya juga para musisi berbakat dari kalangan disabilitas. Ada Salwa Aris yang main saksofon, Rifky dengan biolanya, serta Raoul di gitar. Rifky dan Raoul sama-sama tunanetra, membuktikan bahwa seni memang tak terhalang oleh apa pun.

Acara makin berkesan dengan pemberian penghargaan kepada empat sosok inspiratif. Mereka adalah Hikari Pride (18) dengan autisme, Yustitia M. Arief (56), Ali Muslimin (62), dan Achmad Sugik (50). Masing-masing telah menorehkan prestasi di bidangnya.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Selvi Gibran Rakabuming, selaku pembina Seruni.

Salah satu penerima, Ahmad Sugik, adalah wirausaha asal Lumajang yang luar biasa. Pria berusia 50 tahun itu tidak hanya sukses berbisnis, tapi juga mempekerjakan 25 penyandang disabilitas. Upayanya untuk memberdayakan mereka bahkan meluas hingga menjalin kerja sama dengan pesantren.

“Saya juga pengurus National Paralympic Committee (NPC) Jawa Timur,” tambah Ahmad penuh semangat.

“Yang bisa mengantarkan atlet disabilitas di Peparpenas. Minta doa restunya, insya Allah atlet Jawa Timur akan menjadi perwakilan berlaga di Filipina pada Januari.”

Rangkaian HDI 2025 sendiri digelar cukup panjang, dari 3 hingga 7 Desember. Selama lima hari itu, panggung inklusif di Mall FX Sudirman tak pernah sepi. Berbagai workshop, talkshow, bazar, dan pameran karya diselenggarakan.

Puncaknya rencananya akan diadakan pada 7 Desember. Masyarakat bisa ikut serta dalam fun walk dan menikmati panggung hiburan yang dipusatkan di sekitar Bundaran HI hingga Sarinah. Sebuah penutup yang meriah untuk perayaan tentang inklusivitas dan semangat yang tak pernah padam.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar