South Carolina Pecahkan Rekor Kasus Campak Terburuk dalam Tiga Dekade

- Jumat, 30 Januari 2026 | 08:12 WIB
South Carolina Pecahkan Rekor Kasus Campak Terburuk dalam Tiga Dekade

Lonjakan kasus campak di Amerika Serikat kembali memicu kekhawatiran. Kali ini, South Carolina jadi episentrumnya. Wabah yang masih berlangsung di sana resmi menjadi yang terbesar sejak penyakit ini dinyatakan musnah di awal 2000-an. Angkanya? Tercatat 789 kasus, mengalahkan rekor sebelumnya di Texas Barat yang 'hanya' 762 kasus pada 2025.

Sepanjang tahun lalu, situasinya memang sudah memprihatinkan. Untuk pertama kalinya dalam seperempat abad, total kasus nasional menembus angka 1.500. Data federal bahkan mencatat 2.255 kasus terkonfirmasi di 45 wilayah. Ini bukan cuma masalah lokal. Trennya global, campak kembali merajalela di banyak negara.

Bagi South Carolina sendiri, ini adalah wabah terburuk dalam lebih dari tiga dekade. Spartanburg County jadi pusat penyebaran. Meski penularan banyak terjadi lewat kontak erat, otoritas kesehatan memperingatkan virusnya sudah menyebar antar-komunitas.

“Ini meningkatkan risiko paparan dan infeksi, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kekebalan karena belum divaksin atau belum pernah terinfeksi secara alami,”

demikian peringatan resmi dari otoritas setempat, seperti dilaporkan IFL Science.

Data tahun 2025 mengonfirmasi kekhawatiran itu. Sebanyak 93 persen kasus menimpa orang yang tidak divaksin atau status vaksinasinya gelap. Dari 243 pasien yang harus dirawat inap, proporsi terbesarnya adalah balita di bawah 5 tahun. Tiga nyawa pun melayang.

Lantas, apa akar masalahnya? Penelitian pemetaan vaksinasi MMR menemukan adanya kantong-kantong wilayah dengan cakupan imunisasi yang sangat rendah. Populasi di area tersebut ibarat bahan bakar kering, siap memicu kobaran wabah besar seperti sekarang.

Faktor pendorongnya kompleks. Salah satu yang paling nyaring adalah gelombang misinformasi dari kelompok antivaksin. Mereka terus menyebarkan keraguan, termasuk narasi usang yang mengaitkan vaksin dengan autisme sebuah klaim dari studi tahun 1990-an yang sudah lama dicabut dan dibantah habis oleh bukti ilmiah. Sayangnya, mitos itu sulit mati.

Yang ironis, misinformasi sempat disuarakan pula dari kalangan pejabat tinggi. Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Robert F. Kennedy Jr., misalnya, kerap dikritik karena pernyataan-pernyataannya yang dianggap meragukan vaksin.

Di sisi lain, para dokter dan ilmuwan tak henti berupaya melawan dengan edukasi berbasis fakta. Tapi perjuangan mereka berat. Celah vaksinasi masih terlalu lebar.


Halaman:

Komentar