Padahal, imunisasi itu krusial. Ia bukan cuma melindungi diri sendiri, tapi juga membentuk perisai komunitas untuk kelompok paling rentan: bayi yang belum bisa divaksin, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau mereka yang punya kondisi medis khusus.
Kembali ke South Carolina, dari 789 kasus, lebih dari 600 di antaranya terjadi di awal tahun ini. Situasinya masih dinamis. Dalam konferensi pers 21 Januari lalu, Epidemiolog Negara Bagian, Dr. Linda Bell, mengungkapkan bahwa 538 orang masih menjalani karantina dan 33 lainnya dalam isolasi.
Dampaknya merembet. Kasus di North Carolina, Washington, dan California dikaitkan dengan wabah di South Carolina. Kini, pertanyaan besar mengemuka: akankah AS kehilangan status bebas campak? Kanada, Inggris, dan beberapa negara Eropa sudah lebih dulu kehilangan status eliminasi itu. Kriteria kehilangannya jelas: jika rantai penularan lokal terbukti berjalan terus selama 12 bulan penuh.
Nasib status itu akan diputuskan dalam pertemuan Pan American Health Organization pada 13 April mendatang. AS dan Meksiko diundang untuk memaparkan datanya di forum tersebut.
Mengenal Campak: Gejala, Cara Serang, dan Pencegahan
Campak, atau morbili, adalah infeksi akut yang disebabkan virus Morbilivirus. Ciri khasnya ruam kemerahan di kulit. Meski dikenal sebagai penyakit anak-anak, virus ini tidak pandang bulu dan bisa menginfeksi orang dewasa.
Virusnya bersarang di hidung dan tenggorokan. Penularannya sangat mudah, lewat percikan batuk atau bersin di udara. Setelah masuk lewat saluran napas, virus akan menyebar ke seluruh tubuh.
Menurut CDC, tingkat penularannya luar biasa tinggi. Satu orang yang sakit bisa menulari sembilan dari sepuluh orang di sekitarnya yang belum divaksin. Masa inkubasinya antara 7 sampai 18 hari, dengan gejala biasanya muncul dalam 7-14 hari.
Gejala utamanya demam, ruam, dan batuk. Tapi jangan anggap remeh. Selain berpotensi fatal, campak bisa menyebabkan komplikasi serius seperti kebutaan hingga radang otak. Kabar baiknya, penyakit ini bisa dicegah. Kuncinya ada pada dua dosis vaksin MMR.
Selain vaksinasi, langkah pencegahan lain tetap penting. Jaga jarak dari penderita, pakai masker di kerumunan, dan rajin cuci tangan. Jika gejala muncul, jangan tunda. Segera hubungi dokter atau ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan yang tepat dan memutus mata rantai penularan.
Artikel Terkait
Microsoft Luncurkan Maia 200, Chip Andalan untuk Efisiensi AI
Generasi Digital Indonesia: Antara Peluang dan Tantangan di Balik Layar
Unijo: Kisah Kanguru Pohon Papua yang Bergelantungan di Ambang Kepunahan
Dari Racun hingga Obat: Kisah Pohon Sosis yang Menyimpan Dua Sisi