Langit Uni Emirat Arab mendadak hening. Otoritas penerbangan sipil setempat mengumumkan penutupan total wilayah udara negara itu, sebuah langkah drastis yang diambil menyusul serangan balasan Iran terhadap fasilitas milik Amerika Serikat di wilayah UEA.
Menurut laporan Al-Jazeera, Selasa (17/3/2026), media pemerintah menyebut keputusan ini sebagai 'tindakan pencegahan luar biasa'. Tujuannya jelas: menjaga keselamatan penerbangan dan melindungi kedaulatan udara mereka. Situasinya memang sedang tidak biasa.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan UEA mengaku sedang menanggapi gelombang baru serangan. Rudal dan drone Iran disebut-sebut sebagai ancaman yang harus dihadapi. Tak hanya menutup langit, upaya pemadaman juga berlangsung di Zona Industri Minyak Fujairah lokasi itu dilaporkan jadi sasaran drone dan memicu kebakaran.
Untungnya, para pejabat menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Tim darurat sudah dikerahkan ke lokasi, yang letaknya sekitar 150 kilometer di timur Dubai, untuk mengendalikan situasi.
Konflik yang meledak di kawasan Asia Barat ini, kalau dirunut, berawal dari serangan Israel dan AS terhadap Iran akhir Februari lalu. Serangan itu dikabarkan menewaskan lebih dari 1.200 orang di Iran. Gara-gara itulah, ketegangan memanas.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan rudal dan drone, bukan cuma ke Israel, tapi juga ke sejumlah fasilitas AS yang tersebar di Arab Saudi, UEA, Irak, Bahrain, dan Kuwait. AS sendiri mengklaim tujuh pasukannya tewas dalam baku tembak ini.
Jadi, penutupan wilayah udara UEA ini bukan tanpa alasan. Ini adalah bentuk kewaspadaan tertinggi di tengah situasi yang benar-benar mencekam.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Menpora dan Pelatih Timnas Bahas Target Lolos Piala Dunia 2030
Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Polri Tangkap Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama di Malaysia
Polisi Wanita Indonesia Raih Penghargaan PBB Berkat Inovasi Digitalisasi Data Kriminal di Afrika Tengah