"Akibatnya, kami memproyeksikan pertumbuhan kumulatif permintaan mencapai 30,7 persen selama 2026-2027. Sementara pertumbuhan armada global cuma 19,2 persen. Artinya, pasar akan ketat dengan selisih 11,5 persen," papar manajemen.
Di sisi lain, gejolak geopolitik ikut bermain. Ketegangan terkait Iran dan Rusia disebut semakin memperkuat ekspansi permintaan tadi. Efeknya sudah terlihat nyata di lapangan. Sejak akhir Februari 2026, tarif sewa kapal tanker LNG melonjak hampir 18 kali lipat! Baru minggu lalu, sebuah kapal dilaporkan disewa dengan harga fantastis: 300 ribu dolar AS per hari untuk kargo spot.
Menurut BULL, faktor-faktor pendorong ini belum akan melemah. Malah, bakal makin kencang dengan adanya perjanjian perdagangan global yang melibatkan Amerika Serikat. Perjanjian itu diprediksi akan mengubah peta rute perdagangan LNG secara radikal.
Dengan semua pertimbangan itu, pandangan mereka ke depan cukup optimis.
"Tarif kapal tanker LNG diperkirakan akan tetap kuat. Bahkan, kemungkinan besar akan semakin menguat," tutup pernyataan itu.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
PT Sinar Terang Mandiri (MINE) Catat Laba Rp200,83 Miliar Didorong Proyek Nikel
Wall Street Turun Tertekan Eskalasi Konflik Iran dan Ancaman Harga Minyak
Wall Street Turun Tertekan Ancaman Perang dan Lonjakan Harga Minyak
Direktur Utama Dharma Polimetal Mundur Setelah 36 Tahun Bekerja