Rumania akhirnya bilang iya. Pemerintah di Bucharest mengizinkan Amerika Serikat memakai pangkalan udaranya untuk mengisi bahan bakar pesawat-pesawat yang terlibat dalam konflik dengan Iran, yang didukung Israel. Langkah ini, meski diwarnai kritik, mendapat lampu hijau dari parlemen.
Presiden Nicusor Dan menjelaskan, keputusan itu diambil setelah Dewan Tertinggi Pertahanan Nasional membahasnya Rabu lalu. Ia menyebutnya sebagai penempatan sementara untuk pasukan dan peralatan militer AS.
Ia menekankan bahwa semua peralatan yang ditempatkan bersifat defensif belaka. "Tidak membawa amunisi," tambahnya, mencoba meredam kekhawatiran.
Namun begitu, jalan menuju persetujuan ini tidak mulus. Parlemen Rumania memang memberikan suara setuju, tapi oposisi sayap kanan melancarkan kritik pedas. Uniknya, kelompok oposisi ini mengaku sebagai pendukung setia Presiden AS Donald Trump. Mereka protes meski akhirnya tidak mampu membalikkan keputusan.
Artikel Terkait
Kemenag Usulkan 8 Sekolah Tinggi Jadi Institut, 13 Institut Jadi Universitas
Kemenag Siapkan Pendidikan Agama Dukung Aturan Tunda Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kapolri Akan Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah Kampar
Kemenag Kepri Siapkan 62 Masjid sebagai Rest Area Pemudik Lebaran 2026