Jakarta, Maret 2026 – Ada kabar bagus dari proyek infrastruktur Ibu Kota Nusantara. Pembangunan jalan di kawasan West Residence, yang terletak di jantung KIPP IKN, ternyata melaju lebih cepat dari yang direncanakan. Hingga bulan ini, progres fisiknya sudah menembus angka 65,8 persen. Padahal, target yang dicanangkan cuma 60,6 persen. Artinya, ada percepatan cukup signifikan, sekitar 5,2 persen.
Nilai kontraknya tak main-main, mencapai Rp1,3 triliun. Pengerjaannya ditangani oleh sebuah konsorsium atau KSO yang terdiri dari PT PP, MWT, dan SBS. Mereka mulai bergerak sejak akhir Juli 2024, tepatnya setelah SPMK dikeluarkan.
Di lapangan, PTPP disebut-sebut punya peran krusial. Mereka tak cuma mengawasi, tapi juga memastikan standar keselamatan dan kualitas konstruksi tidak dikorbankan. Soal waktu penyelesaian? Itu jadi prioritas utama. Maklum, proyek ini bukan sembarang proyek.
Lalu, apa saja yang dibangun? Ini bukan sekadar mengaspal jalan. Proyek ini menyasar pembangunan infrastruktur yang benar-benar komprehensif. Jalan yang terintegrasi dengan utilitas bawah tanah, sistem drainase yang mumpuni, trotoar untuk pejalan kaki, plus penataan ruang terbuka hijau. Semuanya dirancang untuk menopang kawasan inti pemerintahan yang baru.
Menurut sejumlah saksi di lokasi, aktivitas pembangunan di IKN memang sangat tinggi. Nah, untuk menjaga ritme percepatan, konsorsium ini menerapkan sejumlah inovasi. Mulai dari metode konstruksi hingga optimalisasi logistik material. Tujuannya satu: agar progres tak tersendat.
Artikel Terkait
Laba Bersih ADMR Anjlok 38% pada 2025 Meski Ekuitas Menguat
IHSG Naik 1,41%, Saham Bank Artha Graha (INPC) Melonjak 32,67%
IHSG Melonjak 1,41% ke 7.440,91 Didorong Aksi Beli Luas
FITT Batalkan Akuisisi Poseidon Shipping Usai Pertimbangan Jangka Panjang