JAKARTA Rencana Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni untuk menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya hingga 2029 mendapat respons dari Kitabisa. Platform donasi digital itu mengonfirmasi sedang berkoordinasi dengan tim politikus NasDem tersebut untuk mewujudkan niatnya.
Co-Founder Kitabisa, Vikra Ijaz, menyebut pihaknya sudah dihubungi. “Tim beliau sudah kontak. Rencananya akan dibuatkan halaman khusus di Kitabisa untuk memastikan transparansi penyaluran dananya,” kata Vikra, Selasa (10/3/2026).
Mekanismenya nanti bakal terbuka seperti biasa. Artinya, siapapun bisa memantau alur dananya, dari mana datang dan ke mana disalurkan. Menurut Vikra, ini penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kami akan berkoordinasi dengan tim beliau setiap kali ada penyaluran. Semuanya akan ditampilkan transparan, mirip dengan halaman penggalangan dana lain di Kitabisa,” ujarnya lagi.
Namun begitu, detail siapa saja yang akan menerima bantuan itu masih belum dipetakan. Kitabisa sendiri belum mendapat informasi rinci.
“Detail penerima memang belum dibahas. Tapi nanti Kitabisa akan merekomendasikan isu-isu atau penggalangan yang sifatnya urgent dan butuh bantuan cepat,” tutur Vikra.
Sebelumnya, di Gedung Nusantara II, Senayan, Sahroni sudah menyampaikan komitmennya. Politikus ini mengklaim tak akan menyentuh gajinya sebagai anggota dewan.
"Gebrakannya mungkin gaji gua sebagai anggota DPR mau gua serahkan ke yayasan Kitabisa," kata Sahroni.
Dia berharap dana itu bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Komitmen ini, ditegaskannya, akan berlangsung panjang.
"Sampai akhir masa jabatan, sampai 2029 nanti. Nanti dari Sekretariat Jenderal kan kirim ke rekening pribadi, gua minta dibikin auto-debet langsung ke rekening Kitabisa saja," jelasnya.
Langkah Sahroni ini tentu menarik perhatian. Di satu sisi, ia ingin menunjukkan keseriusan berbagi. Di sisi lain, publik pasti akan mengawasi ketat bagaimana dana besar itu dikelola dan disalurkan secara nyata ke tangan yang tepat.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan RSUD Lampung Barat dan Buka Munas Hipmi 2026 di Lampung
Investor China dan Hong Kong Dilarang Ikut IPO SpaceX, Alihkan Buruan ke Saham Terkait
Ekonom: RI Tak Akan Ulangi Krisis 1998, Tantangan Kini Bergeser ke Daya Beli Kelas Menengah
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026