Jakarta - Suasana di Istana Merdeka tampak sibuk Jumat (27/3/2026) lalu. Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Ray Dalio, investor ternama asal Amerika Serikat. Pertemuan ini bukan sekadar jamuan biasa. Ray Dalio, yang juga berperan sebagai penasihat Danantara, didapuk sebagai tokoh kunci dalam percakapan serius soal masa depan lembaga pengelola investasi strategis Indonesia itu.
Dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, disebutkan bahwa Danantara memang terus membangun kerja sama dengan berbagai mitra strategis. Tujuannya jelas: meningkatkan kredibilitas dan kekuatannya di kancah global.
Prabowo tidak sendirian. Dia didampingi sejumlah menteri dan pejabat tinggi. Ada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Menteri Investasi yang merangkap Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani. Mereka membahas banyak hal, mulai dari prospek ekonomi Indonesia sampai upaya mengoptimalkan peran Danantara sebagai motor penggerak ekonomi.
Artikel Terkait
Prabowo dan Anwar Bahas Stabilitas Global dalam Pertemuan Bilateral di Jakarta
Menkeu Pindahkan 200-300 Pegawai Anggaran ke DJP untuk Penuhi Kekurangan SDM
Golkar Dukung Kebijakan Relaksasi Terukur Produksi Mineral ESDM
FIFA Perketat Aturan Penguluran Waktu Jelang Piala Dunia 2026