Sapi Kurban Lepas di Klaten Dievakuasi Pakai Derek, Warga Sempat Panik

- Kamis, 28 Mei 2026 | 07:05 WIB
Sapi Kurban Lepas di Klaten Dievakuasi Pakai Derek, Warga Sempat Panik

Momen Idul Adha 2026 diwarnai oleh serangkaian kejadian tak lazim yang melibatkan hewan kurban, mulai dari peristiwa yang menggegerkan warga hingga situasi yang membuat mereka waswas. Penyembelihan hewan kurban yang berlangsung di berbagai wilayah Indonesia pada Rabu (27/5) lalu tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga menghadirkan cerita di luar dugaan. Seekor sapi di Klaten, Jawa Tengah, misalnya, menjadi pusat perhatian setelah terlihat seperti "terbang" saat proses evakuasi.

Peristiwa itu terjadi di Dukuh Krenekan, Desa Klepu, Kecamatan Ceper. Seekor sapi jenis metal dengan bobot sekitar dua hingga tiga kuintal dilaporkan lepas dan membuat warga setempat panik. Mukhson Huda, seorang warga setempat, menuturkan bahwa sapi tersebut awalnya diikat di pohon jambu, namun tali pengikat di bagian depan tidak cukup kuat. Saat ditarik dari belakang, hewan itu berontak hingga talinya terlepas.

"Sapi diikat di pohon jambu. Lha yang depan belum diikat dengan kuat tapi yang belakangan ditarik," kata Mukhson, Rabu (27/5).

Kejadian berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Sapi yang memiliki tenaga besar itu berlari sejauh setengah kilometer dan berputar-putar di area tegalan hingga kelelahan. Warga sempat berupaya mengejar dan mengikatnya ke tratag atau tenda rangka besi, namun struktur tersebut nyaris ambruk karena tarikan sapi. Setelah sapi berhenti, warga kesulitan membawanya kembali ke tempat penyembelihan di barat Masjid Baitul Muttaqin.

"Ya akhirnya dieksekusi di situ di semak-semak. Karena masyarakat bawa ke sini lagi sulit lalu ambil crane dari tempatnya Mas Fiki untuk angkat," imbuh Mukhson.

Keputusan untuk menyembelih sapi di tegalan diambil setelah melalui pertimbangan. Panitia kurban Masjid Al Muttaqin, Wahyanto, menjelaskan bahwa sapi yang lepas sempat menabrak tratag sebelum akhirnya disembelih di lokasi tersebut. Untuk mengangkut bangkai sapi yang berat, warga menggunakan crane milik salah satu warga setempat.

"Disembelih di tegalan itu. Ya karena angkut ke sini tidak kuat akhirnya pakai crane karena warga sini kebetulan ada yang punya," katanya.

Menurut Wahyanto, total hewan kurban di lokasi tersebut mencapai empat ekor sapi dan 14 ekor kambing. Sapi yang lepas merupakan jenis metal, yang dikenal memiliki postur tubuh besar dan tenaga kuat. Peristiwa ini sempat viral di berbagai platform media sosial, seperti Facebook dan Instagram, setelah video yang memperlihatkan sapi diangkat menggunakan truk crane beredar luas. Dalam rekaman tersebut, sapi tampak tergantung di udara, memberikan ilusi seolah-olah hewan itu benar-benar terbang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar