Panasnya situasi di Timur Tengah akhirnya sampai juga ke pasar modal kita. IHSG dibuka melemah pada perdagangan Senin (2/3/2025), langsung terseret ke zona merah. Sentimen negatif dari konflik antara AS-Israel dan Iran ternyata berdampak nyata.
Pergerakan indeks terbilang terbatas. Setelah dibuka di level 8.092, IHSG sempat menyentuh 8.133 sebelum akhirnya terperosok lagi. Data di papan perdagangan cukup suram: 675 saham anjlok, hanya 103 yang mampu naik, sementara 180 lainnya diam di tempat. Tekanan ini ternyata merata, tidak pandang bulu.
Indeks-indeks tematik utama pun ikut ketiban getah. LQ45 merosot 1,36 persen, IDX30 lebih dalam lagi, 1,44 persen. Bahkan IDXSMC-COM melemah cukup signifikan, 2,11 persen. Artinya, tekanan jual terjadi hampir di semua sektor, dari saham unggulan sampai lapis kecil.
Menanggapi gejolak ini, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, angkat bicara. Lewat pernyataan tertulisnya, dia mengimbau para investor agar tetap tenang.
Artikel Terkait
KISI Challenge Berakhir, BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25 Diberikan ke Pemenang
IHSG Terkoreksi 1,6%, Mayoritas Sektor Tertekan di Awal Pekan
BEI Jatuhkan Lebih dari 3.000 Sanksi Sepanjang 2025, Mayoritas Keterlambatan Laporan
Impor Indonesia Tembus US$21,2 Miliar di Januari 2026, Naik 18,21 Persen