Kawasan bandara I Gusti Ngurah Rai pagi ini ramai, tapi bukan oleh turis yang hendak berangkat. Suasana justru dipenuhi kebingungan. Konflik yang memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ternyata dampaknya sampai juga ke Bali, mengacaukan sejumlah penerbangan internasional. Banyak penumpang yang tiba-tiba terjebak, terpaksa memperpanjang masa tinggal tanpa persiapan sama sekali.
Marlene dan suaminya, pasangan asal Belanda yang sedang berbulan madu, merasakan langsung imbasnya. Rencana pulang mereka buyar. Penerbangan mereka lewat Doha dibatalkan, memaksa mereka mencari opsi lain.
“Kami sudah cari penerbangan baru yang menghindari Timur Tengah,” ujar Marlene, suaranya terdengar lelah. “Tapi harganya selangit dan durasinya terlalu panjang. Akhirnya kami memutuskan untuk tinggal beberapa hari lagi di sini.”
Mereka sudah mendatangi konter Qatar Airways, berharap ada kejelasan. Namun begitu, solusi konkret belum juga diberikan. Situasi serupa dialami Tyrah, seorang wisatawan asal Kenya yang sedang menikmati liburan solo selama sepuluh hari. Penerbangannya pulang yang transit di Kuala Lumpur dan Doha pun ikut terkena imbas pembatalan.
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Kenang Try Sutrisno sebagai Tokoh Tegas tapi Mau Mendengar
Serangan Udara di Diyala Tewaskan Empat Anggota PMF, Dituding Israel-AS
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Militer Wapres Try Sutrisno di Kalibata
Serangan Udara Israel Tewaskan 31 Orang di Lebanon, Balasan atas Serangan Hizbullah