Pasar saham Indonesia masih belum bisa lepas dari tekanan. Di sesi pertama perdagangan Senin (2/3/2026), IHSG kembali melemah, terkoreksi 1,60 persen ke level 8.103. Ini melanjutkan tren negatif dari pekan sebelumnya.
Kalau dilihat dari papan perdagangan, suasanya memang didominasi warna merah. Dari total saham yang diperdagangkan, 682 tercatat melemah. Yang menguat cuma 113, sementara 163 lainnya stagnan atau flat. Volume transaksinya mencapai 31,5 miliar saham dengan nilai Rp16,5 triliun angka yang cukup sibuk di tengah koreksi seperti ini.
Tekanan itu ternyata merata hampir di semua sektor. Keuangan, bahan baku, hingga transportasi ikut terperosok. Bahkan sektor industri dan properti pun tak luput. Hanya energi yang bertahan di zona hijau, jadi penyendiri yang cukup mencolok.
Indeks-indeks utama lain juga ikut-ikutan turun. LQ45 dan IDX30 sama-sama anjlok 1,49 persen. MNC36 turun 1,24 persen, sementara indeks JII relatif lebih tahan dengan penurunan 0,86 persen.
Di tengah pelemahan luas, ternyata ada beberapa saham yang justru melesat. Top gainers diduduki oleh OILS yang melonjak 29,59 persen, disusul IFSH naik 22,91 persen, dan APEX yang naik lebih dari 21 persen. Performa mereka seperti oasis di tengah gurun merah.
Namun begitu, daftar top losers jauh lebih panjang dan dalam. POLI terpangkas 15 persen, SKBM anjlok 14,77 persen, dan SOTS tak kalah parah dengan kejatuhan 14,68 persen. Mereka adalah contoh betapa kerasnya koreksi hari ini bagi sebagian emiten.
Pasar kini menunggu apakah sesi II bisa memulihkan sebagian kerugian, atau justru melanjutkan koreksi. Semua mata tertuju ke sana.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar
BEI Cabut Suspensi Saham UDNG, Perdagangan Kembali dengan Pengawasan Khusus
PJAA Bagikan Dividen Rp41,67 Miliar, Pencairan Mei 2026