Pasar saham Indonesia masih belum bisa lepas dari tekanan. Di sesi pertama perdagangan Senin (2/3/2026), IHSG kembali melemah, terkoreksi 1,60 persen ke level 8.103. Ini melanjutkan tren negatif dari pekan sebelumnya.
Kalau dilihat dari papan perdagangan, suasanya memang didominasi warna merah. Dari total saham yang diperdagangkan, 682 tercatat melemah. Yang menguat cuma 113, sementara 163 lainnya stagnan atau flat. Volume transaksinya mencapai 31,5 miliar saham dengan nilai Rp16,5 triliun angka yang cukup sibuk di tengah koreksi seperti ini.
Tekanan itu ternyata merata hampir di semua sektor. Keuangan, bahan baku, hingga transportasi ikut terperosok. Bahkan sektor industri dan properti pun tak luput. Hanya energi yang bertahan di zona hijau, jadi penyendiri yang cukup mencolok.
Indeks-indeks utama lain juga ikut-ikutan turun. LQ45 dan IDX30 sama-sama anjlok 1,49 persen. MNC36 turun 1,24 persen, sementara indeks JII relatif lebih tahan dengan penurunan 0,86 persen.
Artikel Terkait
KISI Challenge Berakhir, BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25 Diberikan ke Pemenang
BEI Jatuhkan Lebih dari 3.000 Sanksi Sepanjang 2025, Mayoritas Keterlambatan Laporan
Impor Indonesia Tembus US$21,2 Miliar di Januari 2026, Naik 18,21 Persen
Harga Emas Pegadaian Melonjak Rp38-44 Ribu per Gram Imbas Ketegangan AS-Israel-Iran