BOGOR Kondisi Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, berubah drastis Kamis malam (16/4/2026). Debit air melonjak tajam, mendorong statusnya ke level Siaga 3. Padahal, sepanjang sore hingga awal malam, situasi terbilang tenang.
Menurut laporan dari petugas di lokasi, tinggi muka air (TMA) sempat bertahan di level normal, yakni 30 sentimeter. Cuaca memang berubah dari terang menjadi hujan, namun tak langsung mempengaruhi debit. Bahkan dari pukul 17.00 hingga 21.00 WIB, angka itu tetap stabil.
“Status Siaga 3 tercatat pada pukul 22.45 WIB dengan tinggi muka air 90 sentimeter,”
demikian laporan resmi dari petugas Bendung Katulampa, Andi Sudirman.
Perubahan datang dengan cepat. Hanya dalam selang waktu 45 menit, situasi berbalik seratus delapan puluh derajat. Pukul 22.00 WIB, TMA naik jadi 60 cm dengan debit hampir 48 ribu liter per detik, mengantarkan status ke Siaga 4. Lalu, pada pukul 22.45 WIB, angkanya melesat lagi: TMA 90 cm dan debitnya mencapai 113.417 liter per detik. Saat itulah status resmi berubah menjadi Siaga 3.
Pemicu utamanya adalah intensitas hujan yang meningkat signifikan pada malam hari. Curah hujan pagi hingga siang sebelumnya nyaris nihil, namun guyuran di hulu Sungai Ciliwung pada malam harinya ternyata cukup deras untuk memicu aliran air yang cepat dan masif. Menariknya, di pintu intake saluran induk Katulampa, air masih terpantau stabil, hanya berkisar 30-40 sentimeter.
Kenaikan status di Katulampa ini bukan sekadar angka. Dampaknya berpotensi merambat ke hilir, termasuk kawasan Jakarta. Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, baik di Bogor maupun Jakarta, sudah sepatutnya waspada dan memantau perkembangan terkini.
Ilustrasi banjir Medcom.id
Artikel Terkait
Gubernur DKI Bentuk Petugas Khusus untuk Atasi Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Perempuan Tewas di Rumahnya di Serpong, Polisi Tunggu Hasil Autopsi
PDIP Tanggapi Isu Nepotisme di Pelantikan Putra Bupati Malang
TNI Kerahkan 209 Personel Bantu Evakuasi Helikopter Jatuh di Sekadau