Pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, TIRT sudah berada di harga Rp1.000 per saham menguat hampir 7 persen. Tapi, itulah perdagangan terakhirnya sebelum akhirnya dibekukan.
Di sisi lain, perlu dicatat bahwa TIRT memang membawa notasi ESX. Artinya, laporan keuangan terakhir mereka untuk kuartal III-2025 menunjukkan kondisi ekuitas yang negatif. Selain itu, perusahaan ini tak punya pendapatan usaha sama sekali. Itulah mengapa sahamnya ditempatkan di papan pemantauan khusus.
Kini, investor hanya bisa menunggu kabar lebih lanjut dari Bursa. Kapan perdagangan akan dibuka kembali? Itu pertanyaan yang masih menggantung.
Artikel Terkait
IHSG Terkoreksi 1,6%, Mayoritas Sektor Tertekan di Awal Pekan
BEI Jatuhkan Lebih dari 3.000 Sanksi Sepanjang 2025, Mayoritas Keterlambatan Laporan
Impor Indonesia Tembus US$21,2 Miliar di Januari 2026, Naik 18,21 Persen
Harga Emas Pegadaian Melonjak Rp38-44 Ribu per Gram Imbas Ketegangan AS-Israel-Iran