Video itu tiba-tiba muncul lagi, menyebar cepat di linimasa media sosial. Rekamannya menunjukkan seorang majikan sedang menganiaya asisten rumah tangganya. Adegannya memicu kemarahan. Lokasinya di Sunter, Jakarta Utara. Menanggapi gelombang protes warganet, Polres Metro Jakarta Utara pun turun tangan. Mereka segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik video viral itu.
Setelah dicek ke lapangan, polisi menemukan fakta yang agak mengejutkan. Ternyata, peristiwa penganiayaan itu bukan kejadian baru. Bukan. Ini peristiwa lama yang terjadi di Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok. Rupanya, video berdurasi pendek itu diunggah ulang, sehingga terkesan seperti kasus kekerasan yang baru terjadi.
Kasat PPA PPO, Kompol Ni Luh Sri Arsini, memberikan penjelasan resmi pada Senin (2/3/2026).
“Penyidik sudah cek TKP dan itu kejadiannya sudah tiga tahun lalu, sekitar bulan Februari tahun 2023,” ujarnya.
Jadi, sudah telat tiga tahun. Korban, seorang perempuan berinisial S, kini usianya 57 tahun. Saat kejadian, dia bekerja sebagai ART di rumah terduga pelaku, seorang pria berinisial HW (42).
Lalu, apa pemicu amarah HW sampai melakukan kekerasan? Dari penyelidikan, awal mulanya sepele. Saat itu, HW sedang membersihkan area tempat ibadah di rumahnya. Nah, di saat yang sama, korban S diduga melakukan tindakan iseng. Dia mengotori kembali area yang baru dibersihkan majikannya itu.
Hal sepele itu memicu miskomunikasi yang fatal. Ketegangan memanas dengan cepat. Dan situasi itu berubah menjadi aksi pemukulan yang kini jadi tontonan publik.
Meski begitu, ada hal lain yang perlu dicatat. Konon, kedua pihak baik korban S maupun pelaku HW sudah berdamai setelah kejadian tiga tahun silam itu. Mereka memilih jalan kekeluargaan.
Namun begitu, polisi tak serta merta menutup kasusnya. Penyidikan tetap dilanjutkan. Mereka juga memberikan pendampingan psikologis kepada korban, mengingat trauma dari peristiwa lama itu mungkin masih tersisa.
Jadi, meski video yang beredar adalah rekaman lama, respons hukum tetap berjalan. Polisi ingin memastikan semua aspek terungkap, sekaligus memberi perlindungan yang dibutuhkan korban.
Artikel Terkait
Verstappen Temukan Api Balap di Nürburgring Usai Keluhkan F1 yang Kurang Kompetitif
Israel dan Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari Atas Mediasi AS
Cedera Achilles Hancurkan Impian Hugo Ekitike Tampil di Piala Dunia 2026
Buronan Sabu 58 Kg Ditangkap di Jambi Setelah 6 Bulan Hilang