Jakarta - Harapan Marc Marquez untuk meraih poin penting di MotoGP Thailand pupus sudah. Bukan karena kesalahan balap yang fatal, melainkan sebuah nasib sial: ban belakang motornya tiba-tiba kempes di tengah lintasan Buriram.
Namun begitu, ceritanya tak sesederhana itu. Setelah diperiksa, rupanya pelek motornya juga rusak. Komponen keras itu diduga menghantam kerb pinggiran lintasan dengan kekuatan yang luar biasa.
Bos Tim Ducati, Davide Tardozzi, mencoba menjelaskan kronologinya. Menurutnya, saat Marquez melebar di tikungan keempat, motornya nyaris tak terhindarkan menyentuh kerb. Kontak itulah yang menjadi biang kerok. Tekanan angin di ban langsung ambrol.
"Ya, itu sebuah kesalahan. Tapi kita juga harus akui, Marc sedang tidak beruntung," ujar Tardozzi.
"Banyak pembalap lain yang juga melebar di spot yang sama. Tapi cuma Marc yang harus menanggung konsekuensi kebocoran ban."
Piero Taramasso, bos dari pemasok ban Michelin, punya pandangan lain. Ia menyoroti karakter kerb Buriram yang memang agresif. Ditambah lagi, ban yang mereka sediakan untuk balapan itu punya kompon sangat lunak.
"Ban kami memang sengaja dibuat lunak untuk performa optimal. Tapi, ketika berhadapan dengan kerb yang padat dan temperatur sirkuit yang panas, risikonya jadi tinggi. Bukan cuma ban, seluruh rangkaian di bagian roda bisa terpengaruh," jelas Taramasso.
Insiden ini, meski terlihat sepele, berdampak besar. Peluang Ducati untuk terus menjejak podium pun ikut buyar. Padahal, sejak 2021, mereka selalu tampil kompetitif dan konsisten. Kini, satu sentuhan kecil dengan kerb telah mengubah segalanya untuk Marquez di Thailand.
Artikel Terkait
Petugas Jakarta Barat Dapat Apresiasi Rp 25 Ribu per Kg dan Jalan ke Ancol Atas Penangkapan Ikan Sapu-Sapu
Polisi Bongkar Peredaran Tramadol dan Hexymer Berkedok Toko Ikan Cupang di Petojo
KIP Kuliah Bebaskan UKT dan Berikan Bantuan Hidup hingga Rp1,4 Juta per Semester
Sudin KPKP Jaksel Awasi Olahan Ikan Sapu-sapu di Setu Babakan