Israel Akui Ini Sebelum 7 Oktober: Isu Palestina Nyaris Hilang dari Peta Dunia!

- Jumat, 17 Oktober 2025 | 09:20 WIB
Israel Akui Ini Sebelum 7 Oktober: Isu Palestina Nyaris Hilang dari Peta Dunia!

✍️Dr. Hairul Anuar

Beberapa tahun sebelum serangan 7 Oktober, perjuangan pembebasan Palestina tampak semakin melemah di kawasan Timur Tengah. Banyak pemimpin regional memilih jalan mudah dengan tunduk pada kekuatan global, mengejar investasi asing, dan membangun "kemajuan" melalui normalisasi hubungan dengan pihak yang dianggap musuh.

Akibatnya, isu Palestina semakin terpinggirkan dari agenda internasional, martabat rakyat terabaikan, dan semangat kebangkitan seakan padam. Namun pada 7 Oktober 2023, dunia dikejutkan oleh operasi militer yang mengubah status quo konflik Palestina secara dramatis.

Para pejuang bangkit dengan tekad membara bahwa Islam tidak boleh tunduk pada penindasan dan martabat rakyat lebih berharga daripada perjanjian-perjanjian politik yang menyesatkan. Mereka menginspirasi dengan firman Allah dalam Surah Maryam ayat 12: "Hai Yahya! Ambillah Kitab (Taurat) ini dengan kuat!"

Serangan ini tidak hanya menggagalkan agenda normalisasi negara-negara Arab dengan Israel, tetapi juga memulihkan keyakinan umat Islam bahwa kekuatan sejati berasal dari iman dan keteguhan hati, bukan semata-mata dari persenjataan modern.

Gideon Levy, penulis Yahudi di Haaretz, mengakui: "Isu Palestina hampir lenyap dari agenda internasional. Jika perjanjian normalisasi dengan Arab Saudi berhasil, Palestina akan seperti suku Indian di Amerika - hanya menjadi catatan sejarah." Namun ia menambahkan, "Perang Gaza mengubah segalanya. Dunia yang sebelumnya diam kini memperhatikan dan mulai memahami penderitaan rakyat tertindas."

Fakta membuktikan bahwa bukan diplomasi yang mengubah narasi global, melainkan pengorbanan para pejuang di medan pertempuran yang menghidupkan kembali perjuangan pembebasan Palestina. Bukan konferensi kosong yang membangkitkan kesadaran dunia, melainkan darah para syuhada dan keteguhan iman yang membangunkan semangat kepahlawanan yang tertidur lama.

Sejarah akan mencatat konflik ini bukan sebagai akhir, melainkan awal dari kebangkitan baru. Beruntunglah mereka yang tetap berpegang pada prinsip perjuangan meski tanpa pengakuan kekuatan global, karena keridhaan Allah lebih berharga dari segala pengakuan manusia.

Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Anfaal ayat 40: "Dan sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang menolong (agama-Nya); sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa."

Sumber: Portal-Islam.id

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar