Telepon dari Tengah Ombak Selamatkan Dua Nelayan Kolaka Utara

- Rabu, 14 Januari 2026 | 22:40 WIB
Telepon dari Tengah Ombak Selamatkan Dua Nelayan Kolaka Utara

KOLAKA UTARA - Cuaca di Perairan Tobaku, Sulawesi Tenggara, Selasa (13/1/2025) petang itu berubah begitu cepat. Sebuah perahu nelayan yang sedang beraktivitas tiba-tiba dihantam angin kencang dan gelombang tinggi. Akibatnya, perahu itu terbalik. Di dalamnya, dua nelayan asal Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, bergantung pada nasib.

Namun begitu, kisah ini berakhir dengan baik. Berkat respons yang sangat cepat dari personel Polres Kolaka Utara, kedua nelayan itu akhirnya berhasil dievakuasi. Mereka selamat. Keduanya adalah Sultan (40) dan Nawa (39), yang saat kejadian tengah mencari ikan di sekitar perairan Desa Lanipa-nipa.

Menurut penuturan Sultan, sebelum pukul enam sore WITA, semuanya masih berjalan normal. Mereka melaut seperti biasa. Tapi mendekati magrib, langit berubah murka. Angin mendadak menderu, gelombang menghantam tanpa ampun. Atap perahu mereka tersapu ombak, dan kapal kecil itu pun oleng lalu terbalik. Dalam situasi kacau itu, satu hal yang dipikirkan Sultan: bagaimana caranya menghubungi orang di darat.

“Yang saya pikirkan saat itu bagaimana bisa menghubungi orang di darat. Saya langsung cari HP saya,” ujar Sultan, Rabu (14/1/2026).

Untungnya, ponselnya punya pelindung tahan air. Meski sempat terlepas dan tercelup, alat komunikasi itu masih bisa dipakai. Sambil berpegangan erat pada lunas perahu yang terbalik, dia menelepon rekannya di Polres Kolaka Utara. Panggilannya tersambung. Itulah panggilan yang menyelamatkan nyawa mereka.

“Alhamdulillah tersambung. Saya disuruh tetap tenang dan menunggu pertolongan,” katanya mengenang.

Sementara Sultan berjuang dengan teleponnya, Nawa berusaha mati-matian membalikkan perahu. Usahanya gagal. Hampir satu jam lamanya dia bertahan di tengah gulungan ombak, berteriak sekencang mungkin mengharap bantuan.

Di sisi lain, informasi dari Mako Polres sudah diterima tim patroli yang kebetulan sedang beroperasi di Perairan Tobaku. Mereka langsung bergerak. Dipimpin Kapolsek Lasusua, AKP Adianto, kapal patroli menyisir area dengan panduan lokasi dari korban yang masih terhubung telepon.

“Kami menerima informasi dari Mako Polres Kolaka Utara dan langsung menuju titik lokasi dengan dipandu korban melalui sambungan telepon,” jelas Adianto.

Sekitar pukul tujuh malam, titik terang muncul. Kapal patroli itu akhirnya menemukan perahu nelayan yang terbalik, beserta dua orang yang masih bertahan di sampingnya.

“Alhamdulillah korban kami temukan dalam keadaan selamat. Kami langsung melakukan evakuasi ke atas kapal patroli,” ucapnya lega.

Evakuasi pun dilakukan. Perahu yang terbalik itu ditarik pelan-pelan. Kurang lebih satu jam kemudian, mereka semua tiba dengan selamat di Dermaga Lacaria, atau yang lebih dikenal sebagai Rumah Biru. Di darat, tim BPBD Kolaka Utara dan warga sudah menunggu untuk membantu.

Sinergi yang solid antara polisi, BPBD, dan masyarakat lokal inilah yang membuat proses penyelamatan berjalan mulus. Malam itu juga, Sultan dan Nawa bisa pulang ke rumah masing-masing. Selamat dari keganasan laut yang nyaris merenggut nyawa.

Kejadian ini sekali lagi menunjukkan betapa vitalnya patroli rutin di laut. Aksi sigap personel polisi di lokasi menjadi faktor penentu. Dua nyawa pun terselamatkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar