Pasar saham di Uni Emirat Arab bak mati lampu selama dua hari. Abu Dhabi dan Dubai memutuskan menutup bursa mereka pada Senin dan Selasa ini, langkah yang jelas-jelas menanggapi makin panasnya situasi di Teluk. Ini bukan sekadar libur biasa, melainkan sinyal kuat betapa rapuhnya stabilitas ekonomi kawasan ketika konflik bersenjata meledak.
Pemicunya? Serangan balasan rudal dan drone Iran yang mengguncang wilayah itu akhir pekan lalu. Namun begitu, rentetan peristiwa ini berawal lebih dulu. Agresi militer gabungan AS dan Israel sebelumnya telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Aksi itu ibarat bara yang menyulut amarah Teheran.
Otoritas Pasar Modal UEA, lewat pernyataan resminya, menyebut penutupan ini sebagai bentuk pengawasan. Mereka bilang akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah lain jika diperlukan.
"Otoritas akan terus memantau perkembangan di kawasan dan menilai situasi secara berkelanjutan, serta mengambil langkah tambahan yang diperlukan," begitu bunyi pengumuman mereka, seperti dilansir Reuters.
Artikel Terkait
Krisis Timur Tengah Picu Gejolak Mata Uang Global, Franc Swiss Menguat
Harga Minyak Melonjak 7% Usai Ketegangan Iran-Israel Ancam Selat Hormuz
JSI Sinergi Mas Gelar Tender Wajib Saham LAPD Rp84,2 Miliar
Analis Proyeksi IHSG Berpeluju ke Level 8.650, Soroti Saham INDY hingga UNVR