Sementara itu, emas juga ikut meroket. Logam mulia itu melonjak hampir 1 persen, menembus level USD5.220 per troy ons. Dorongannya jelas: permintaan aset safe haven di tengah gejolak geopolitik dan tekanan inflasi yang masih membayangi. Arus dana ke obligasi jangka panjang turut menjaga daya tariknya, meski harapan untuk penurunan suku bunga AS tampaknya mundur.
Lalu, saham apa yang direkomendasikan?
BRI Danareksa melihat peluang di PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) seiring penguatan harga emas. Secara teknikal, ARCI dinilai mampu memantul dari area 1.765 dengan target resistance di 1.955-2.070.
Untuk sektor energi, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) direkomendasikan untuk dibeli di area 1.650-1.700. Targetnya? 1.755 hingga 1.835, dengan batas stop loss di bawah 1.550.
Ada juga PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Saham ini dinilai berpotensi melanjutkan tren bullish menuju 1.970-2.250, asalkan mampu menembus resistance di 1.670-1.760. Kinerja perusahaan yang cukup bagus, dengan laba bersih tumbuh 21 persen pada 2025, bisa menjadi penopang.
Namun begitu, semua peluang ini datang dengan peringatan keras. BRI Danareksa mengingatkan, pasar saham khususnya di negara berkembang tetap berisiko mengalami tekanan berat jika ketidakpastian geopolitik ini terus berlanjut. Situasinya sangat fluktuatif.
Catatan: Keputusan untuk membeli atau menjual saham sepenuhnya ada di tangan investor.
Artikel Terkait
Harga Minyak Melonjak 7% Usai Ketegangan Iran-Israel Ancam Selat Hormuz
JSI Sinergi Mas Gelar Tender Wajib Saham LAPD Rp84,2 Miliar
Analis Proyeksi IHSG Berpeluju ke Level 8.650, Soroti Saham INDY hingga UNVR
Bursa Abu Dhabi dan Dubai Ditutup Dua Hari Imbas Ketegangan Militer di Teluk