Vinicius Jr. Jadi Tumpuan Real Madrid Saat Hadapi Getafe di Tengah Banyaknya Cedera

- Senin, 02 Maret 2026 | 09:00 WIB
Vinicius Jr. Jadi Tumpuan Real Madrid Saat Hadapi Getafe di Tengah Banyaknya Cedera

MADRID Stadion Santiago Bernabéu akan kembali ramai dini hari nanti. Real Madrid, yang baru saja tersandung di markas Osasuna, punya misi tunggal: kembali ke jalur kemenangan di La Liga. Lawannya, Getafe, datang dengan beban sejarah yang berat. Dan di tengah daftar cedera yang panjang, semua mata tertuju pada satu nama: Vinicius Junior.

Ya, Vini Jr. Saat Kylian Mbappé terkapar di ruang perawatan, dialah yang menjadi ujung tombak. Statistiknya berbicara: enam gol dalam lima laga terakhir Los Blancos di semua kompetisi. Performa yang benar-benar mengangkat tim.

“Tanpa Mbappé, dia menjadi lebih penting, dan saya sangat senang untuknya karena saya pikir dia benar-benar pantas mendapatkannya,”

begitu pengakuan pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, seperti dikutip dari situs resmi klub. Harapannya jelas: ketajaman sang winger Brasil itu harus terus menyala untuk mengejar Barcelona yang sudah unggul empat poin di puncak klasemen.

Memang, situasi Madrid tak bisa dibilang ringan. Kekalahan pekan lalu membuat mereka kehilangan takhta. Di sisi lain, momentum Getafe juga patut diwaspadai, meski catatan pertemuan sangat timpang. Dari 41 pertemuan terakhir di semua ajang, Madrid menang 31 kali. Termasuk kemenangan tipis 1-0 Oktober lalu.

Namun begitu, Madrid baru saja meraih suntikan kepercayaan diri. Kemenangan 2-1 atas Benfica di Liga Champions membawa mereka ke babak 16 besar, di mana Manchester City menanti. Suasana hati di ruang ganti pasti lebih ringan.

Getafe? Mereka menyadari sepenuhnya beratnya ujian ini. Tim asuhan José Bordalás itu kalah dalam delapan pertemuan beruntun melawan raksasa ibu kota, termasuk kekalahan 0-2 di Bernabéu akhir 2024 silam.

“Ini adalah kesulitan tambahan; setiap kali Anda bermain di Bernabéu, mereka membuatnya dua kali lebih sulit. Kami tahu betapa sulitnya pertandingan ini,”

kata Bordalás dengan jujur. Tapi jangan salah, dia tak berniat menyerah begitu saja. Semangat juang tetap dijaga.

“Tim telah bekerja dengan baik, dan kami mendekati pertandingan dengan antusias,” tegasnya.

Menariknya, Bordalás justru berharap bisa menghadapi skuat terbaik Madrid, meski banyak yang terbaring cedera. Baginya, itu adalah tantangan sekaligus ukuran sejati.

“Mereka adalah salah satu tim terbaik, salah satu yang terbaik dalam sejarah. Terlepas dari absennya beberapa pemain, mereka adalah tim yang sudah membuktikan kualitas. Kami tahu ini akan sulit,”

tandas pelatih Getafe itu.

Daftar pemain yang absen bagi Madrid cukup mengkhawatirkan. Selain Mbappé, nama-nama besar seperti Eder Militao, Jude Bellingham, hingga Dani Ceballos tak bisa turun. Rodrygo pun masih diragukan karena masalah hamstring. Situasi ini memaksa Arbeloa berimprovisasi. Duet Antonio Rüdiger dan David Alaba di jantung pertahanan sangat mungkin terbentuk. Sementara di depan, Gonzalo Garcia diprediksi akan mendampingi Vinicius jika Rodrygo tak fit.

Getafe, yang kini bercokol di peringkat 13, juga tak bebas masalah. Mereka kehilangan Davinchi dan Abu Kamara karena cedera. Djene Dakonam, yang dapat kartu merah melawan Sevilla, juga absen. Beberapa nama seperti Abdel Abqar dan Borja Mayoral masih menunggu hasil tes kebugaran terakhir. Kabar baiknya, Martin Satriano dan Luis Vazquez siap menjadi duet penyerang sejak awal.

Inilah prediksi susunan pemain yang mungkin turun:

Real Madrid (4-3-1-2): Courtois; Alexander-Arnold, Rüdiger, Alaba, Carreras; Valverde, Tchouameni, Camavinga; Guler; G. Garcia, Vinicius.

Getafe (3-4-1-2): Soria; Iglesias, Duarte, Romero; Femenia, Milla, Arambarri, Rico; Martin; Satriano, Vazquez.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar