London Derby ibu kota berakhir dengan pesta bagi Arsenal. Di sisi lain, kabut kekecewaan begitu pekat menyelimuti kubu Chelsea. Liam Rosenior, sang pelatih, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya usai pertandingan.
Dalam wawancara dengan BBC Radio 5 Live, Rosenior dengan gamblang menyoroti dua titik lemah yang terus menghantui timnya: pertahanan bola mati dan kedisiplinan yang amburadul. Dua hal itulah, menurutnya, yang menggagalkan semua kerja keras mereka di lapangan.
"Frustrasi. Sungguh mengecewakan," ujarnya, memulai pembicaraan.
"Kalau kita tidak segera membereskan soal bola mati dan masalah disiplin ini, ya percuma. Semua permainan bagus yang kita tunjukkan tidak akan berarti apa-apa. Hasil yang kita inginkan pasti tidak akan datang," tegas Rosenior.
Ia mengeluh, kekalahan ini terasa lebih pahit karena persis di area yang sudah mereka latih secara intensif sepanjang pekan. "Ini harus kita atasi. Ada masalah fokus dan konsentrasi yang jelas. Kami berlatih bola mati terus-menerus, jadi sebagai manajer, kekalahan seperti ini sungguh sulit diterima," keluhnya.
Rosenior juga mengakui keunggulan Arsenal dalam hal tersebut. "Kami tahu itu salah satu senjata utama mereka. Tapi itu harus bisa dihentikan."
Namun begitu, ia merasa timnya sebenarnya tampil baik. Pola yang sama terus terulang. "Saya lelah dengan penampilan seperti ini. Melawan Burnley, kami seharusnya menang. Lalu lawan Leeds, kami bermain bagus tapi memberi mereka dua gol. Hari ini, tandang ke markas Arsenal dan tampil solid untuk sebagian besar pertandingan, tapi lagi-lagi kami yang memberikan dua gol ke lawan. Sangat mengecewakan."
Membahas kartu merah untuk Neto di menit ke-70, nada Rosenior tetap sama. Ceritanya tak berubah.
"Siapa pun yang menonton laga ini, atau dua pertandingan sebelumnya, pasti melihat dua hal yang sama: disiplin dan pertahanan bola mati. Itu yang harus kami perbaiki. Kalau bisa, musim ini masih bisa jadi musim yang sangat baik untuk kami," paparnya penuh harap.
Bertolak belakang sama sekali, Mikel Arteta tampak berseri-seri. Manajer Arsenal itu tak menyembunyikan kebahagiaannya, meski merasa timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol.
"Kemenangan yang penting, saya sangat senang," kata Arteta kepada Sky Sports.
"Tim bermain dengan sangat baik untuk sebagian besar pertandingan. Seharusnya selisih gol di babak pertama lebih besar. Momen kebobolan kita itu menyakitkan, tapi ya itu kualitas Chelsea," akunya.
Ia mengkritisi respons timnya setelah Chelsea bermain dengan sepuluh pemain. "Setelah kartu merah mereka, kita harusnya bisa menguasai situasi dengan lebih baik. Kita akan bahas itu besok."
Arteta sama sekali tidak meremehkan lawannya. Ia justru memuji kualitas individu pemain Chelsea.
"Mereka punya kualitas tinggi. Bahkan dengan sepuluh pemain dan kiper yang bermain, mereka bisa keluar dari tekanan. Kami tidak beradaptasi dengan baik. Kadang kita jadi terlalu santai, dan itu yang harus diperbaiki."
Pujian khusus ia berikan untuk Cole Palmer dan kawan-kawan. "Mereka punya pemain yang bisa mengisi berbagai ruang. Cole bisa jadi false nine dan mencari celah; dia cuma butuh satu meter persegi untuk berputar dan menggerakkan pemain lain. Kualitasnya bagus, kepribadiannya kuat, dan mereka sangat terlatih."
"Mereka hebat dalam berputar di ruang sempit Caicedo, Enzo, Cole. Sangat mengesankan. Mereka tetap tim papan atas," tandas Arteta, menutup analisisnya.
Artikel Terkait
Nathan Tjoe-A-On Kembali Bermain Usai Kasus Paspor, Willem II Raih Kemenangan
Pelatih Persija Ingatkan Konsistensi Jadi Kunci Kejar Gelar Juara
PSSI Siapkan Kompetisi Baru yang Berjalan Paralel dengan Liga Mulai 2026
NAC Breda Ajukan Banding ke Pengadilan Soal Status Paspor Dean James