Proyek Giant Sea Wall Butuh Dana Hingga 100 Miliar Dolar AS

- Minggu, 01 Maret 2026 | 05:50 WIB
Proyek Giant Sea Wall Butuh Dana Hingga 100 Miliar Dolar AS

BOPPJ, yang diawasi oleh Kemenko Infrastruktur, juga menggandeng pakar dari universitas dan lingkungan untuk mengkaji akar masalah abrasi di pesisir. Kolaborasi ini dianggap krusial.

Master Plan yang Masih Dikaji

Saat ini, fokusnya adalah menyelesaikan master plan. Kajian bersama para ahli sedang digodok untuk kemudian dituangkan dalam naskah akademik. Naskah inilah yang akan jadi landasan eksekusi proyek nantinya.

Tak cuma mengandalkan ahli lokal, pengetahuan dari luar negeri juga dilibatkan. Sebab, kematangan kajian akademik diyakini bakal menentukan sukses tidaknya proyek kolosal ini.

“Bukan hanya 17 sampai 20 juta jiwa penduduk yang harus kami lindungi,” tegas Didit. “Tetapi juga seluruh aset nasional di Pantura Jawa yang nilainya kurang lebih mencapai 368 miliar dolar.”

Jawaban untuk Masalah Pesisir

Di sisi lain, tekanan untuk segera bertindak sangat besar. Arahan presiden jelas: segera tanggulangi penurunan tanah dan banjir rob. GSW diharapkan menjadi solusi multifungsi.

Didit membeberkan, tanggul ini dirancang untuk mengatasi sederet masalah sekaligus: dari banjir rob, degradasi lingkungan, penurunan muka tanah, hingga banjir biasa yang diperparah karena minimnya daerah resapan.

Inspirasinya datang dari negara-negara yang sudah berpengalaman. “Contohnya Belanda,” kata Didit. “Yang sudah lebih dari 135 tahun membangun dam dan hidup di bawah permukaan laut sekitar 5 hingga 11 meter.”

Pelajaran dari mereka akan diadopsi, tentu dengan penyesuaian kondisi lokal. Pelaksanaannya nanti akan melibatkan para ahli, baik dalam maupun luar negeri, untuk memastikan hasil yang maksimal dan berkelanjutan.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar