MURIANETWORK.COM - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) optimistis mencatat pertumbuhan penjualan kendaraan bekas yang signifikan pada tahun 2026, didorong oleh momentum tradisi mudik Lebaran. Keyakinan emiten yang mengelola ekosistem mobil bekas ini berlandaskan pada proyeksi peningkatan kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang andal namun tetap ekonomis untuk mobilitas jarak jauh.
Mobil Bekas Sebagai Solusi Rasional di Tengah Daya Beli Selektif
Dalam keterangan resminya, Kamis (19 Februari 2026), Presiden Direktur Autopedia, Jany Candra, menjelaskan bahwa pasar mobil bekas terus menunjukkan ketahanannya. Menurutnya, kendaraan bekas telah menjadi pilihan cerdas bagi banyak keluarga Indonesia yang mengutamakan nilai dan kebutuhan praktis.
“Jelas bisa kita lihat bahwa mobil bekas selalu menjadi alternatif rasional di tengah daya beli yang selektif. Karena mobil bekas menawarkan harga yang lebih terjangkau dibanding mobil baru serta memberikan pilihan unit yang variatif sesuai kebutuhan konsumen,” ungkapnya.
Dukungan Fundamental Kinerja dan Strategi
Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Hingga Kuartal III tahun 2025, perusahaan telah membukukan kinerja yang solid dengan pendapatan mencapai Rp713 miliar, tumbuh 15% secara tahunan. Laba bersihnya tercatat sebesar Rp33,9 miliar, memberikan pijakan yang kuat untuk mengejar target pertumbuhan dua digit di tahun depan.
Untuk mempertahankan momentum ini, ASLC mengandalkan strategi omnichannel dan komitmen pada transparansi. Fokus utama ditempatkan pada proses inspeksi kendaraan yang ketat, yang dirancang untuk membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumen.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Ubah Skema Pembiayaan Koperasi Desa, APBN Kini Tanggung Utang
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026
PTBA Targetkan Reaktivasi Tambang Warisan Dunia Ombilin pada 2026