Kedua, kerja sama dengan PT Citra Cito Perkasa untuk lahan 16.138 m2 di Gayungan, Surabaya, dengan nilai fantastis Rp351,5 miliar.
Ketiga, PT Nusa Malioboro Indah melepas tanah dan Gedung Merah ex Matahari di Malioboro, Yogyakarta (total 7.040 m2), seharga Rp68 miliar.
Keempat, PT Panca Megah Utama menjual tanah dan Plaza Gresik (total 22.552 m2) di Gresik dengan harga Rp134,5 miliar.
Kelima dan keenam, transaksi dilakukan dengan PT Surya Asri Lestari untuk dua lokasi terpisah di Bogor: satu di Paledang (3.715 m2) seharga Rp49,5 miliar, dan satu lagi di Kedung Badak (34.658 m2) senilai Rp122 miliar.
Namun begitu, langkah ekspansif ini menarik perhatian karena kondisi keuangan MPPA sendiri sedang tidak prima. Pada akhir 2025, ekuitas perseroan tercatat negatif Rp4 miliar. Belum lagi beban utang berbunganya yang menumpuk, mencapai Rp960 miliar.
Dengan kondisi seperti itu, banyak yang mempertanyakan sumber pendanaan untuk transaksi ratusan miliar ini. Analis menduga, perusahaan kemungkinan besar memerlukan suntikan modal segar. Opsi yang paling memungkinkan adalah melalui rights issue atau private placement untuk menutupi kebutuhan dananya.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan
BNI Lepas 99,9% Saham BNI Asset Management ke Danantara Rp359,64 Miliar