BYD Racco Bikin Penasaran, Tapi Pasar Indonesia Masih Jadi Tantangan

- Minggu, 23 November 2025 | 12:36 WIB
BYD Racco Bikin Penasaran, Tapi Pasar Indonesia Masih Jadi Tantangan

Di ajang Japan Mobility Show (JMS) 2025 yang digelar belum lama ini, BYD Racco akhirnya melakukan debut perdananya. Kabarnya, mobil ini punya peluang besar untuk sampai ke Indonesia.

Luther Panjaitan, Head of PR & Government BYD Indonesia, mengaku melihat antusiasme yang cukup tinggi terhadap model ini. "Racco memang baru kami luncurkan di Jepang. Karena produk ini dibuat langsung oleh BYD, sangat mungkin untuk dibawa ke sini," ujarnya.

Dia menyampaikan hal itu saat ditemui dalam acara Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, Jumat (21/11/2025).

Namun begitu, ada satu hal yang perlu dipertimbangkan. Racco pada dasarnya dirancang sebagai kei car untuk pasar Jepang. Artinya, butuh persiapan ekstra kalau mau dijual di Indonesia.

"Tapi ya, kami harus pelajari dulu pasarnya. Seperti yang kita tahu, pasar mobil city car atau kei car di Indonesia saat ini belum terbentuk. Perlu riset yang mendalam," jelas Luther.

Dia juga menambahkan, untuk saat ini fokus utama mereka masih tertuju pada produk-produk yang sudah dipasarkan. "Sementara kami masih konsentrasi dengan unit-unit yang ada sekarang," imbuhnya.

Dari sisi spesifikasi, BYD Racco mengusung baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 20 kWh. Dengan konfigurasi itu, mobil ini bisa menempuh jarak hingga 180 kilometer berdasarkan standar WLTC.

Dimensinya jelas kompak, sesuai aturan kei car. Panjangnya 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tingginya 1.800 mm.

Tapi jangan salah. Meski bertubuh mungil, kabinnya tidak sempit. Seperti ciri khas kei car pada umumnya, Racco tetap menawarkan ruang yang lapang baik di baris depan maupun belakang. Kapasitas kargonya juga cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan harian.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar