Iran punya jawaban keras untuk klaim Amerika Serikat. Soal pernyataan Donald Trump yang menyebut kemampuan angkatan laut mereka sudah hancur, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) justru menantang balik. Intinya sederhana: kalau berani, coba saja kirim kapal perang AS ke Teluk Persia.
Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, juru bicara IRGC, bersuara lantang. Menurutnya, Selat Hormuz sepenuhnya berada dalam genggaman mereka. "Iran memiliki kedaulatan penuh di sana," klaimnya dalam pernyataan yang dilansir Anadolu Agency awal pekan ini.
Dia tak sungkan menyebut nama Trump langsung.
"Bukankah Trump mengatakan bahwa dia telah menghancurkan Angkatan Laut Iran? Jadi, kalau dia berani, dia dapat mengirimkan kapal-kapalnya ke wilayah Teluk Persia,"
Ucapan Naini terdengar seperti tantangan terbuka. Dan itu bukan satu-satunya klaim yang dilontarkan.
Dalam kesempatan yang sama, dia mengungkapkan angka yang cukup mengejutkan. Katanya, Iran sejauh ini telah meluncurkan sekitar 7.000 rudal dan 3.600 drone. Sasaran mereka? Target-target milik AS dan Israel.
Namun begitu, ada syarat yang diajukan agar konflik ini berakhir. Naini menegaskan, perang baru akan usai ketika apa yang disebutnya "musuh" mengakui kekuatan militer Iran, sekaligus ketangguhan pencegahan sosial yang dimiliki negara itu.
Nada ancamannya jelas. "Kami berupaya menghukum agresor," tegasnya, sambil menambahkan bahwa serangan-serangan berat dan destruktif akan terus berlanjut.
Pernyataan ini jelas memanaskan suasana. Di satu sisi, Iran menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Di sisi lain, tantangan langsung ke pemimpin AS seperti ini memperlihatkan betapa tegangnya hubungan kedua negara masih berlangsung hingga kini.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi