INDY dan ISAT: Strategi Beli Saat Melemah
Saham Indika Energy Tbk. (INDY) ditutup melemah 0,84 persen ke Rp3.560 dengan tekanan jual yang masih terlihat, meski volume cenderung menipis. Analis memperkirakan saham ini berada dalam fase koreksi sebelum berpeluang naik. Rekomendasi beli di kisaran Rp3.190-Rp3.420 dengan target harga Rp3.840 dan Rp4.070. Stop loss diletakkan di bawah Rp3.150.
Sementara itu, saham Indosat Ooredoo Hutchison Tbk. (ISAT) justru menguat tipis 0,45 persen ke Rp2.230. Kendati demikian, tekanan jual masih ada dan pergerakannya terhalang oleh rata-rata bergerak 60 hari. Analis memproyeksikan ISAT berada di awal fase impulsif naik. Rekomendasi untuk membeli pada level Rp2.120-Rp2.180 dengan target Rp2.310 dan Rp2.400. Stop loss di bawah Rp2.090.
MAPI: Momentum dengan Volume Pendukung
Berbeda dengan kedua saham sebelumnya, Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menunjukkan kinerja cukup kuat dengan kenaikan 2,32 persen ke Rp1.325. Penguatan ini didukung oleh munculnya volume pembelian yang signifikan. Posisinya diperkirakan berada dalam gelombang naik, sehingga strategi "Buy on Weakness" di kisaran Rp1.265-Rp1.305 dinilai tepat. Target harga ditetapkan di Rp1.385 dan Rp1.440, dengan batas risiko di bawah Rp1.255.
UNTR: Pertimbangkan Jual Saat Menguat
Rekomendasi yang sedikit berbeda datang untuk saham United Tractors Tbk. (UNTR). Emiten ini menguat 2,26 persen ke Rp29.400 dengan volume pembelian yang baik. Namun, analisis pola gelombang menunjukkan saham ini berisiko melanjutkan koreksi menuju rentang Rp26.375-Rp28.325. Oleh karena itu, strategi yang disarankan adalah "Sell on Strength" atau menjual pada penguatan di area Rp29.575-Rp29.800.
Seperti biasa, rekomendasi dan proyeksi di pasar modal bukanlah jaminan. Dinamika pasar bisa berubah cepat oleh berbagai faktor eksternal yang tak terduga. Investor disarankan untuk melakukan penelitian mandiri dan mempertimbangkan toleransi risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,25% Diterpa Sentimen Serangan AS ke Iran
PSSI Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp 50 Miliar Mulai 2026
IHSG Anjlok 1,07%, Sektor Industri Paling Terpukul di Awal Perdagangan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Signifikan pada Kamis