MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, meski ditutup melemah di akhir pekan sebelumnya. Proyeksi ini disampaikan oleh MNC Sekuritas dalam riset terkininya, dengan catatan bahwa investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi lebih dalam. Analisis teknikal menunjukkan level-level kunci yang perlu diperhatikan, serta sejumlah saham emiten tertentu yang layak dipantau pergerakannya.
Analisis Teknis dan Proyeksi Pergerakan IHSG
Pada penutupan perdagangan Jumat (13/2/2026), IHSG tercatat terkoreksi 0,64 persen ke level 8.212. Tekanan jual masih mendominasi, namun menurut analis, area koreksi minimal yang sebelumnya diantisipasi telah tercapai. Dalam riset bertajuk "MNCS Daily Scope Wave" yang dirilis Minggu (15/2/2026), MNC Sekuritas melihat ruang bagi indeks untuk kembali bergerak naik.
Tim analis menyatakan, skenario terbaik menunjukkan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan untuk membentuk bagian dari pola gelombang tertentu.
"Best case, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.377-8.440," tulis mereka dalam riset tersebut.
Namun, optimisme itu dibarengi dengan peringatan kehati-hatian. Pelaku pasar diminta untuk tidak mengabaikan kemungkinan terjadinya tekanan jual berlanjut yang dapat menarik indeks lebih rendah.
"Waspadai akan adanya lanjutan koreksi ke 8.098-8.155," imbuh analis dalam laporan yang sama.
Secara teknis, MNC Sekuritas mencatat level support IHSG berada di 7.863 dan 7.712, sementara resistance terdekat ada di 8.354 dan 8.517. Pergerakan di sekitar level-level ini akan menjadi penanda arah tren jangka pendek.
Rekomendasi Saham untuk Dipantau
Berdasarkan analisis pola gelombang dan momentum perdagangan, riset tersebut juga menyoroti beberapa saham dengan potensi pergerakan menarik. Rekomendasi ini dibagi menjadi saham dengan strategi "Buy on Weakness" (beli saat melemah) dan "Sell on Strength" (jual saat menguat).
INDY dan ISAT: Strategi Beli Saat Melemah
Saham Indika Energy Tbk. (INDY) ditutup melemah 0,84 persen ke Rp3.560 dengan tekanan jual yang masih terlihat, meski volume cenderung menipis. Analis memperkirakan saham ini berada dalam fase koreksi sebelum berpeluang naik. Rekomendasi beli di kisaran Rp3.190-Rp3.420 dengan target harga Rp3.840 dan Rp4.070. Stop loss diletakkan di bawah Rp3.150.
Sementara itu, saham Indosat Ooredoo Hutchison Tbk. (ISAT) justru menguat tipis 0,45 persen ke Rp2.230. Kendati demikian, tekanan jual masih ada dan pergerakannya terhalang oleh rata-rata bergerak 60 hari. Analis memproyeksikan ISAT berada di awal fase impulsif naik. Rekomendasi untuk membeli pada level Rp2.120-Rp2.180 dengan target Rp2.310 dan Rp2.400. Stop loss di bawah Rp2.090.
MAPI: Momentum dengan Volume Pendukung
Berbeda dengan kedua saham sebelumnya, Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menunjukkan kinerja cukup kuat dengan kenaikan 2,32 persen ke Rp1.325. Penguatan ini didukung oleh munculnya volume pembelian yang signifikan. Posisinya diperkirakan berada dalam gelombang naik, sehingga strategi "Buy on Weakness" di kisaran Rp1.265-Rp1.305 dinilai tepat. Target harga ditetapkan di Rp1.385 dan Rp1.440, dengan batas risiko di bawah Rp1.255.
UNTR: Pertimbangkan Jual Saat Menguat
Rekomendasi yang sedikit berbeda datang untuk saham United Tractors Tbk. (UNTR). Emiten ini menguat 2,26 persen ke Rp29.400 dengan volume pembelian yang baik. Namun, analisis pola gelombang menunjukkan saham ini berisiko melanjutkan koreksi menuju rentang Rp26.375-Rp28.325. Oleh karena itu, strategi yang disarankan adalah "Sell on Strength" atau menjual pada penguatan di area Rp29.575-Rp29.800.
Seperti biasa, rekomendasi dan proyeksi di pasar modal bukanlah jaminan. Dinamika pasar bisa berubah cepat oleh berbagai faktor eksternal yang tak terduga. Investor disarankan untuk melakukan penelitian mandiri dan mempertimbangkan toleransi risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Artikel Terkait
Dewan Komisaris Independen WIKA Beton Meninggal Dunia
Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp8,1 Triliun dari Laba dan Hasil Divestasi
Analis Proyeksikan Harga Emas Antam Bisa Sentuh Rp 3,15 Juta per Gram
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Kekhawatiran Fiskal dan Data AS yang Beragam