Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp8,1 Triliun dari Laba dan Hasil Divestasi

- Minggu, 15 Februari 2026 | 18:15 WIB
Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp8,1 Triliun dari Laba dan Hasil Divestasi

MURIANETWORK.COM - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memastikan akan membagikan dividen tunai dalam jumlah besar kepada para pemegang sahamnya. Kebijakan ini mencakup seluruh laba bersih perusahaan tahun 2025, ditambah hasil penjualan dua unit bisnisnya, yaitu es krim Walls dan teh Sariwangi. Langkah strategis ini diambil setelah perusahaan fokus pada segmen perawatan rumah dan pribadi (Home and Personal Care) yang dinilai lebih menguntungkan.

Komitmen Pembagian Dividen 100 Persen

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, menegaskan bahwa kebijakan membagikan 100 persen laba bersih sebagai dividen bukanlah hal baru. Ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan kepada para investor yang telah mendukung.

“Kami juga tetap memberikan dividen dengan payout ratio 100 persen. Selain itu, perusahaan juga membagikan dividen tambahan satu kali ke para pemegang saham dari hasil divestasi bisnis es krim dan teh Sariwangi,” jelas Benjie dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Strategi Divestasi dan Dampaknya pada Kinerja

Pada tahun 2025, Unilever memang melakukan transformasi bisnis yang signifikan. Perusahaan melepas bisnis es krim Walls kepada PT Magnum Ice Cream senilai Rp7 triliun dan bisnis teh Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Raya (Grup Djarum) seharga Rp1,5 triliun. Aliran dana segar dari penjualan ini, yang berjumlah total Rp8,5 triliun, memberikan kontribusi luar biasa terhadap laporan laba tahunan.

Secara keseluruhan, laba bersih Unilever pada 2025 tercatat melonjak 127 persen menjadi Rp7,64 triliun. Lonjakan ini terutama didorong oleh keuntungan dari divestasi tersebut. Namun, jika hasil penjualan aset tersebut dikesampingkan, kinerja operasional inti perusahaan tetap menunjukkan tren positif.

Analisis dari Sudut Pandang Pasar Modal

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar