Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini melibatkan langsung Amirul Wicaksono, Direktur Teknologi & Operasional sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank DKI, Nunuy Nur Afiah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, serta Nurliah Nurdin, Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta.
Baca Juga: Shin Tae Yong Pasrah dengan Nasib Timnas di Piala Asia
Acara tersebut dihadiri oleh Joko Agus Setyono, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, Kepala BP BUMD Provinsi DKI Jakarta, dan Bahrullah Akbar, Komisaris Utama Bank DKI.
Amirul Wicaksono menjelaskan bahwa Bank DKI kini memiliki layanan digital unggulan, yakni super apps JakOne Mobile Bank DKI. Aplikasi ini menyediakan berbagai layanan digital seperti pembukaan rekening online, transfer antar rekening, scan QRIS, pembayaran tagihan, belanja, hingga zakat dan donasi.
Selain itu, Bank DKI juga memperkenalkan JakOne Abank untuk pelaku UMKM dan layanan digital lain seperti Cash Management System, serta aplikasi pengajuan kredit online dengan JakLoan.
Dalam konteks transaksi non-tunai berbasis kartu, Bank DKI terus memperluas akseptasi JakCard sebagai kartu uang elektronik, termasuk penggunaannya dalam moda transportasi DKI Jakarta dan sebagai tiket masuk ke berbagai museum serta tempat wisata di Jakarta, seperti Monas, Taman Margasatwa Ragunan, dan Ancol.
Terbaru, dalam upaya mendukung pariwisata di Kota Jakarta, Bank DKI berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Dalam hal ini, memperkenalkan solusi digital, Jakarta Tourist Pass sebagai solusi digital berbasis kartu uang elektronik/e-money (JakCard Bank DKI) dan dompet elektronik/e-wallet (JakOne Pay Bank DKI) untuk memudahkan para wisatawan mengakses destinasi populer, transportasi, dan layanan pariwisata lainnya di kota Jakarta
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: setiafakta.com
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168