Gempa Beruntun Guncang Agam dan Bukittinggi, Rusak Rumah yang Baru Terlanda Banjir

- Minggu, 28 Desember 2025 | 14:35 WIB
Gempa Beruntun Guncang Agam dan Bukittinggi, Rusak Rumah yang Baru Terlanda Banjir

Minggu pagi (28/12/2025) di Agam dan Bukittinggi tak biasa. Bukan hanya oleh kabut atau dinginnya udara, melainkan oleh guncangan yang datang bertubi-tubi. Gempa bumi beruntun dengan magnitudo 4,6 dan 4,7 mengguncang wilayah itu, meninggalkan kerusakan pada sejumlah bangunan warga. Kepanikan pun tak terhindarkan.

Di Kecamatan Palembayan, situasinya cukup memprihatinkan. Rumah-rumah warga yang sebelumnya sudah babak belur diterjang banjir bandang, kini harus menanggung beban baru. Dinding-dindingnya retak serius, struktur bangunan pun terancam. Kerusakannya jelas terlihat, seolah menambah nestapa yang belum usai.

Getarannya bahkan terasa hingga ke Kota Bukittinggi. Menurut data BMKG, pusat gempa berada di darat, tepatnya di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman sekitar 18 kilometer arah timur laut Agam. Guncangan yang terjadi pukul 09.11 WIB dengan kedalaman 10 km itu cukup membuat jantung berdebar.

Di Bukittinggi, suasana mendadak riuh. Para penghuni kos dan warga berhamburan keluar, menyelamatkan diri ke tempat terbuka. Rasanya, bumi bergoyang dengan cukup kuat.

Dampaknya sangat dirasakan oleh para relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Saat itu, mereka sedang bertugas di posko dapur umum untuk korban banjir bandang, di Jorong Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan.

Muhammad Tsabit, relawan MDMC Sumbar, menggambarkan momen mencekam itu.

"Warga sangat terkejut. Di posko kami dan rumah-rumah sekitar, dinding-dinding mengalami retak bahkan ada yang sudah mau jatuh. Tiang bangunan juga terlihat bengkok akibat guncangan M 4,7 tadi," ujar Tsabit.

Melihat kondisi itu, para relawan langsung bergerak. Mereka mengarahkan warga untuk menjauhi bangunan, khawatir struktur yang sudah melemah akibat banjir bisa runtuh kapan saja. Langkah antisipasi yang sangat diperlukan.

Di sisi lain, aktivitas seismik pasca-gempa utama ternyata cukup tinggi. Asep Antoni, petugas Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Marapi di Bukittinggi, mencatat setidaknya 10 kali gempa susulan hingga pukul 10.30 WIB.

"Gempa tektonik ini terekam dengan kekuatan maksimal M 4.7. Meskipun guncangannya cukup terasa, hingga saat ini gempa tersebut belum memengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Marapi," jelas Asep.

Kabar baiknya, hingga Minggu siang belum ada laporan korban jiwa. Namun begitu, imbauan untuk waspada terhadap gempa susulan terus disuarakan. Sementara itu, petugas terkait masih sibuk mendata rumah-rumah yang rusak, entah itu ringan atau berat. Pekerjaan mereka masih panjang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar