MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren pelemahan terbatas pada pekan ini. Proyeksi ini muncul setelah indeks terkoreksi tajam 4,73% ke level 7.935 pada pekan lalu, didorong oleh aksi jual bersih investor asing dan dibebani oleh sentimen negatif dari luar negeri. Dua faktor utama yang menjadi perhatian analis adalah penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody's dan ketegangan geopolitik global yang belum mereda.
Beban Sentimen dari Moody's dan MSCI
Pasar saham domestik masih mencerna dampak dari keputusan Moody's yang mengubah outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski mengakui fundamental ekonomi yang solid dengan pertumbuhan di atas 5%, lembaga tersebut menyoroti sejumlah risiko fiskal dan tata kelola. Sorotan ini turut memperberat beban pasar yang sudah waspada terhadap ancaman potensial dari MSCI terkait transparansi kepemilikan saham.
Imam Gunadi, Equity Analyst di PT Indo Premier Sekuritas, menjelaskan lebih detail dalam risetnya. "Moody's menyoroti risiko fiskal dari perluasan belanja sosial, basis penerimaan negara yang lemah, serta ketidakjelasan tata kelola dan mandat sovereign wealth fund Danantara yang mengelola aset BUMN besar," paparnya.
Dampak dari perubahan outlook ini tidak hanya bersifat makro, tetapi juga merembet ke emiten-emiten besar. Saham-saham seperti Telkom, Pertamina, dan perbankan pelat merah dinilai menjadi lebih sensitif terhadap kemungkinan penurunan peringkat lebih lanjut di masa depan.
Gejolak Geopolitik yang Belum Usai
Selain faktor kredit, ketidakpastian geopolitik global juga terus membayangi sentimen investor. Meski ada sinyal positif dari jalur diplomasi antara AS dan Iran, risiko eskalasi di wilayah maritim dinilai masih sangat nyata. Situasi ini menciptakan kehati-hatian yang berlebihan di pasar keuangan global, termasuk Indonesia.
Imam Gunadi menambahkan analisisnya mengenai dinamika ini. "IPOT melihat risiko geopolitik tetap tinggi karena AS pada saat yang sama menjatuhkan sanksi baru terkait ekspor minyak Iran. Kami menilai peluang eskalasi serangan terbatas di maritim masih terbuka meski jalur diplomasi berlanjut," ungkapnya.
Fokus Pasar dan Proyeksi Teknis
Memasuki pekan kedua Februari, perhatian investor akan terpecah antara data inflasi dari AS dan China serta sejumlah indikator ekonomi domestik. Di tengah atmosfer kehati-hatian ini, Indo Premier Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG masih akan bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas.
Analis memperkirakan pasar akan sangat berhati-hati dalam memantau dampak penurunan outlook Moody's terhadap biaya pendanaan perusahaan-perusahaan besar. Dari sisi teknis, level support diperkirakan berada di 7.716, sementara resisten di 8.207.
Rekomendasi di Tengah Volatilitas
Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, Indo Premier Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham dan reksa dana yang patut dicermati oleh investor. Rekomendasi ini mencakup strategi buy on pullback untuk saham PNLF, ADRO, dan PANI dengan target harga serta batas rugi yang spesifik. Selain itu, reksa dana saham ETF IDX High Dividend 20 (XIHD) juga masuk dalam daftar tawaran untuk diversifikasi portofolio.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sentuh Rp2,94 Juta per Gram
IHSG Menguat 0,44% di Awal Pekan, Didorong Sektor Bahan Baku dan Energi
Analis Proyeksikan IHSG Menguat Terbatas, Waspadai Potensi Koreksi
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Koreksi, Pantau Level Support 7.712