Imam Gunadi menambahkan analisisnya mengenai dinamika ini. "IPOT melihat risiko geopolitik tetap tinggi karena AS pada saat yang sama menjatuhkan sanksi baru terkait ekspor minyak Iran. Kami menilai peluang eskalasi serangan terbatas di maritim masih terbuka meski jalur diplomasi berlanjut," ungkapnya.
Fokus Pasar dan Proyeksi Teknis
Memasuki pekan kedua Februari, perhatian investor akan terpecah antara data inflasi dari AS dan China serta sejumlah indikator ekonomi domestik. Di tengah atmosfer kehati-hatian ini, Indo Premier Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG masih akan bervariasi dengan kecenderungan melemah terbatas.
Analis memperkirakan pasar akan sangat berhati-hati dalam memantau dampak penurunan outlook Moody's terhadap biaya pendanaan perusahaan-perusahaan besar. Dari sisi teknis, level support diperkirakan berada di 7.716, sementara resisten di 8.207.
Rekomendasi di Tengah Volatilitas
Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, Indo Premier Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham dan reksa dana yang patut dicermati oleh investor. Rekomendasi ini mencakup strategi buy on pullback untuk saham PNLF, ADRO, dan PANI dengan target harga serta batas rugi yang spesifik. Selain itu, reksa dana saham ETF IDX High Dividend 20 (XIHD) juga masuk dalam daftar tawaran untuk diversifikasi portofolio.
Artikel Terkait
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor
ESDM Siap Naikkan Harga Patokan Nikel Usai Perintah Presiden Prabowo