Suasana malam di SPBU Cipinang, Jakarta Timur, mendadak ricuh Minggu lalu. Seorang pria, kini diketahui bernama JMH, kalap dan menghajar petugas SPBU. Pemicunya sepele: dia tak terima ditolak mengisi Pertalite karena nomor polisi mobilnya tak sesuai data di aplikasi.
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 22.10 WIB. Mobil Toyota Vellfire hitam itu mendatangi pom bensin dengan maksud mengisi BBM subsidi.
"Petugas SPBU menolak karena hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan, sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan,"
ujar Budi kepada awak media, Selasa (24/2/2026).
Penolakan itu rupanya menyulut amarah penumpang mobil. Tanpa ba-bi-bu, pelaku turun dan langsung melayangkan pukulan. Beberapa pegawai SPBU yang berusaha melerai pun ikut menjadi sasaran.
"Beberapa pegawai mengalami pemukulan, termasuk petugas yang berupaya melerai,"
tandas Budi.
Keesokan harinya, Senin (23/2), salah satu korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Pulogadung. Unit Reskrim langsung bergerak menangani kasus ini.
Klaim Palsu dan Identitas Asli
Namun begitu, ceritanya tak berhenti di situ. Insiden ini sempat viral di media sosial dengan narasi yang bikin panas kuping: si pelaku disebut-sebut mengaku sebagai aparat.
Hebohnya klaim itu memaksa Subbidpaminal Bidpropam Polda Metro Jaya turun tangan. Mereka bergabung dengan Satreskrim Polres Metro Jaktim dan Unitreskrim Polsek Pulogadung untuk mengusut kebenarannya.
Hasil penyelidikan ternyata jauh dari klaim. "Pelaku berhasil diidentifikasi sebagai JMH. dan diketahui bukan anggota Polri," jelas Budi. Statusnya cuma wiraswasta. Tak cuma itu, nomor polisi yang terpasang di mobil Vellfire hitam itu pun ternyata ngaco tidak sesuai peruntukannya.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun di Palmerah Jadi Korban Pencabulan Pemuda 18 Tahun, Terungkap dari Dompet di Kamar Korban
Kiai dan Akademisi Solo Raya Gelar Halaqah Jelang Muktamar NU ke-35, Soroti Peran Moral Ulama
Gubernur Sumsel Herman Deru Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden atas Program Rehabilitasi Mangrove
Wakil MPR: Empat Pilar Kebangsaan Miliki Dimensi Ekologis yang Sering Terabaikan