TNI Bantah Keterlibatan dalam Penembakan Anak di Sinak, Papua Tengah

- Sabtu, 18 April 2026 | 16:15 WIB
TNI Bantah Keterlibatan dalam Penembakan Anak di Sinak, Papua Tengah

JAKARTA – Kabar duka soal tewasnya seorang bocah di Kampung Jigiunggi, Distrik Sinak, Papua Tengah, pada Selasa lalu, langsung memantik sejumlah pertanyaan. Laporan awal menyebutkan anak itu meninggal akibat luka tembak. Nah, menanggapi hal ini, Markas Besar TNI akhirnya angkat bicara.

Melalui Komando Operasi TNI Habema, institusi militer itu memberikan klarifikasi resmi. Intinya, mereka membantah keterlibatan. Letkol Inf Wirya Arthadiguna, Kapen Koops TNI Habema, menegaskan bahwa pada hari naas itu, Selasa 14 April 2026, tak ada satu pun prajurit yang beraktivitas di lokasi kejadian.

"TNI menegaskan bahwa tidak ada aktivitas prajurit TNI di Kampung Jigiunggi saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut,"

Begitu penegasan Wirya dalam keterangan tertulisnya yang dikeluarkan Sabtu (18/4/2026).

Lantas, dari mana TNI tahu soal insiden ini? Wirya menuturkan, informasi pertama justru datang dari pihak kampung sendiri. Kepala Kampung Jigiunggi, Venius Walia, yang melaporkannya. Baru setelah laporan itu masuk, personel TNI bergerak untuk mendatangi lokasi. Tujuannya, kata Wirya, untuk memastikan kondisi di lapangan dan melihat apakah ada bantuan yang bisa diberikan.

Di sisi lain, TNI mengakui memang ada operasi keamanan di hari yang sama. Tapi lokasinya beda jauh. Operasi itu berlangsung di Kampung Kembru, bukan Jigiunggi. Pemicunya adalah laporan warga tentang keberadaan kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan OPM.

“Peristiwa (di Kembru dan Jigiunggi) terjadi di lokasi dan waktu yang berbeda, dan tidak saling berkaitan sama sekali,”

Jelas Wirya tegas. Dalam operasi di Kembru itu, disebutkan terjadi kontak tembak yang berujung pada tewasnya empat anggota kelompok bersenjata tersebut.

Klarifikasi ini, bagi TNI, bukan sekadar urusan protokoler. Wirya menekankan pentingnya mencegah disinformasi yang bisa bikin suasana makin runyam di Papua. Dia juga menyebut setiap prajurit di lapangan tetap berpegang pada aturan main yang ketat.

"TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas demi menjaga keamanan masyarakat Papua,"

Demikian penutup pernyataannya. Sementara itu, pertanyaan tentang siapa pelaku sebenarnya di balik insiden Jigiunggi masih menggantung. Masyarakat setempat menunggu penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar