Buku “Presiden Solusi” Diluncurkan, Catat 108 Kebijakan Prabowo dalam 18 Bulan Pemerintahan

- Senin, 08 Juni 2026 | 21:50 WIB
Buku “Presiden Solusi” Diluncurkan, Catat 108 Kebijakan Prabowo dalam 18 Bulan Pemerintahan

Sebuah buku berjudul “Presiden Solusi” yang mendokumentasikan 108 kebijakan Presiden Prabowo Subianto resmi diluncurkan di University Club, Jakarta Selatan, pada Senin (8/6/2026). Buku tersebut merupakan hasil kerja sama Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, bersama Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar Saputra. Peluncuran diawali dengan penandatanganan buku oleh ketiga penulis di hadapan para undangan yang hadir.

Dalam sambutannya, Qodari menyebut Prabowo layak menyandang gelar “Bapak Transformasi Bangsa”. Menurutnya, berbagai terobosan yang dihadirkan presiden mampu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat. “Saya ingin katakan bahwa Pak Prabowo ini adalah bapak transformasi bangsa, dari gelap menuju terang, dari masalah menjadi solusi,” ujar Qodari. Ia menambahkan bahwa jika ada pihak yang menyebut “Presiden Masalah”, maka buku ini menjadi jawaban bahwa yang sesungguhnya hadir adalah “Presiden Solusi” yang menyelesaikan banyak persoalan.

Julukan tersebut, jelas Qodari, didasarkan pada rekam jejak kebijakan yang telah dijalankan Prabowo sejak menjabat presiden. Dalam buku setebal 108 solusi itu, tim penulis mencatat berbagai kebijakan yang dihasilkan selama sekitar satu setengah tahun masa pemerintahan. “Rekam jejaknya kami catat di buku ini. Solusi-solusi ini ada 108 dan nanti akan terus bertambah karena ini baru catatan sekitar satu setengah tahun,” kata dia.

Di sisi lain, Dirgayuza Setiawan menjelaskan bahwa buku ini berupaya memetakan kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan presiden. Menurutnya, banyaknya program yang diluncurkan dalam waktu relatif singkat menunjukkan keinginan kuat Prabowo untuk menghadirkan hasil nyata bagi rakyat. “Kami mencoba memetakan dan ternyata ada 108 solusi yang sudah dihadirkan. Prinsipnya, bapak presiden merasa semua harus di-deliver secepat-cepatnya karena rakyat tidak bisa menunggu,” ungkap Dirgayuza.

Ia mencontohkan, rakyat membutuhkan makan, pupuk, dan kemudahan akses pendidikan hari ini juga. Oleh karena itu, kata dia, tidak mengherankan jika dalam 18 bulan pertama pemerintahan sudah begitu banyak solusi yang disampaikan. “Sekolah-sekolah perlu di-deliver secepat mungkin. Itulah mengapa baru 18 bulan sudah begitu banyak solusi yang disampaikan,” sambungnya.

Dirgayuza juga menjelaskan alasan pemilihan format buku sebagai medium publikasi. Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial membuat banyak capaian pemerintah tidak terdokumentasikan secara utuh. “Saking banyaknya inovasi kebijakan publik yang dilakukan presiden dan kapasitas media sosial yang semakin sempit, publik ini sepertinya lost track. Bahkan pejabat di lingkungan kabinet pun mungkin kehilangan jejak apa saja yang sudah dilakukan presiden,” ujarnya.

Buku ini, lanjut Dirgayuza, sengaja disusun dengan bahasa yang mudah dipahami. Tidak ada teori-teori kebijakan publik yang rumit. Setiap halaman langsung menyajikan permasalahan yang dihadapi, solusi yang diberikan presiden, gambaran kondisi sebelum dan sesudah, serta data statistik pendukung. “Kami mencoba menyampaikan ini semudah mungkin. Langsung apa yang dipermasalahkan dan apa yang disolusi oleh presiden satu per satu,” pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar