BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla di Aceh Barat

- Senin, 08 Juni 2026 | 22:15 WIB
BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Karhutla di Aceh Barat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Langkah ini ditempuh setelah upaya pemadaman dari jalur darat menemui berbagai kendala teknis di lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menjelaskan bahwa sinergi dengan BNPB menjadi kunci dalam memaksimalkan penanganan kebakaran dari udara. “Mengingat sulitnya akses darat, BPBD Aceh Barat bersinergi dengan BNPB untuk memaksimalkan penanganan dari udara,” ujarnya di Aceh Barat, Senin (8/6/2026).

Operasi modifikasi cuaca telah dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni pada Kamis (4/6) dan Sabtu (6/6) pekan lalu. Menurut Teuku, teknik ini diharapkan mampu meningkatkan intensitas curah hujan sehingga kebakaran yang telah mencapai luas 10 hektare dapat segera diatasi. Ia menambahkan, upaya pemadaman yang efektif memerlukan intervensi percepatan pembasahan lahan atau rewetting secara masif, terutama untuk mematikan bara api di kedalaman gambut yang tidak terjangkau oleh semprotan air manual.

Sementara itu, dampak karhutla yang telah berlangsung hampir sepekan terakhir mulai dirasakan masyarakat. Kabut asap dilaporkan telah menyelimuti Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, dan wilayah sekitarnya, sehingga berpotensi mengancam kesehatan warga. Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa wilayah Aceh Barat sudah lama tidak diguyur hujan, membuat penyebaran api semakin sulit dikendalikan.

Di sisi lain, upaya pemadaman melalui jalur darat masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Personel dari BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek, KPH IV Wilayah Aceh, mahasiswa UKM PK UTU Meulaboh, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, minimnya sumber air dan jarak lokasi kebakaran yang cukup jauh dari jalur transportasi menjadi kendala utama dalam pendistribusian peralatan pemadaman.

Teuku menegaskan bahwa situasi saat ini memerlukan intervensi teknologi melalui OMC agar kebakaran lahan tidak semakin meluas. “Situasi saat ini memerlukan intervensi teknologi melalui OMC, agar kebakaran lahan tidak meluas, dan tidak menjadi bencana kabut di lingkungan masyarakat,” katanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar